Pesta Babi Akhirnya Tayang Di YouTube, Kisah Proyek Raksasa Papua Kini Terbuka ke Publik

Author: Cung Media

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita kini lebih mudah dijangkau publik setelah resmi tayang lewat kanal online pembuatnya. Kehadiran di YouTube membuka akses yang lebih luas bagi penonton yang selama ini hanya mengenal film ini lewat pemutaran komunitas dan nonton bareng.

Perilisan daring ini menjadi titik baru dalam perjalanan distribusi film garapan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale. Sebelumnya, sejumlah pemutaran dilaporkan sempat dibubarkan di beberapa wilayah, sehingga versi resmi online memberi ruang yang lebih terbuka bagi publik untuk menyaksikannya.

Sorotan utama: proyek raksasa di Papua Selatan

Dengan durasi sekitar 95 menit, film ini mengangkat pengalaman masyarakat adat di Papua Selatan yang berhadapan dengan proyek pangan dan energi berskala besar. Fokus utamanya ada pada dampak Proyek Strategis Nasional terhadap ruang hidup warga di wilayah adat yang masuk ke dalam pusaran pembangunan.

Cerita film mengikuti pengalaman masyarakat dari suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu. Wilayah adat mereka terdampak proyek perkebunan tebu dan biodiesel sawit yang dikaitkan dengan perubahan besar atas tanah, hutan, dan sumber penghidupan.

Kisah warga adat yang menjadi pusat film

Salah satu sosok yang ditampilkan adalah Yasinta Moiwend dari suku Marind Anim. Ia digambarkan terkejut saat kapal besar berisi ratusan alat berat tiba di kampungnya tanpa pemberitahuan sebelumnya bahwa kawasan itu akan masuk proyek konversi hutan skala besar.

Film ini juga menyoroti Vincen Kwipalo dari suku Yei yang mendapati tanah adat marganya dipatok dengan tulisan “Tanah Milik TNI AD”. Ada pula adegan pemasangan salib merah oleh komunitas adat sebagai bentuk penolakan terhadap ekspansi perusahaan dan militer di wilayah mereka.

Lebih dari isu lingkungan

Melalui rekaman lapangan dan riset investigatif, Pesta Babi tidak berhenti pada isu lingkungan semata. Dokumenter ini juga membahas relasi antara proyek bioenergi, kepentingan industri, kehadiran militer, dan kebijakan pembangunan negara di Papua.

Pendekatan itu menempatkan konflik lahan dan pembangunan dalam kerangka yang lebih luas. Bagi masyarakat adat, yang berubah bukan hanya fungsi tanah, tetapi juga ruang hidup, identitas, dan akses atas wilayah yang selama ini mereka kelola turun-temurun.

Akses resmi yang memperluas jangkauan

Unggahan bertajuk “PESTA BABI | FULL MOVIE OFFICIAL” menandai fase distribusi baru bagi film yang lama dikenal sulit diakses secara umum. Penayangan resmi di kanal digital memberi kesempatan bagi publik untuk menonton langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada pemutaran komunitas.

Langkah ini juga menjaga isu yang diangkat tetap hadir dalam percakapan publik. Di tengah sorotan atas pembangunan besar di Papua, film ini kembali menempatkan pengalaman masyarakat adat sebagai bagian penting dari perbincangan tentang tanah, hutan, dan masa depan wilayah mereka.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru