Pesan Damai dari Semarang untuk Iran, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka atas Ali Khamenei

Pesan perdamaian menjadi inti pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Semarang. Pertemuan itu berlangsung di tengah konflik yang masih memberi dampak luas bagi Iran, kawasan Timur Tengah, hingga sejumlah negara lain.

Ahmad Luthfi juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ucapan itu disampaikan saat menerima kunjungan Boroujerdi di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (22/7).

Menurut Ahmad Luthfi, konflik yang terjadi di Iran perlu segera berakhir karena dampaknya dirasakan lintas negara. Jawa Tengah dan Indonesia disebut turut merasakan dampak tidak langsung dari situasi tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Ia membawa pesan perdamaian dari Presiden RI Prabowo Subianto serta masyarakat Jawa Tengah. Pesan itu ditujukan bagi Iran dan negara-negara di kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik.

Ucapan Duka dan Seruan Mengakhiri Konflik

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan harapan agar situasi di Iran segera membaik. Ia menekankan bahwa perdamaian merupakan kebutuhan penting di tengah perhatian masyarakat terhadap perkembangan konflik.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya pimpinan tertinggi Iran yaitu Ali Khamenei, semoga beliau husnul khotimah,” kata Ahmad Luthfi. Ia juga berharap konflik di Iran dapat segera diakhiri.

Pertemuan di Semarang itu tidak hanya memuat pesan kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap dampak konflik internasional. Ahmad Luthfi menempatkan perdamaian sebagai harapan utama yang perlu terus disampaikan.

Ribuan Pesan Dukungan dari Warga

Mohammad Boroujerdi menyampaikan terima kasih atas ucapan belasungkawa dari Gubernur Jawa Tengah serta pesan damai dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, perhatian masyarakat Indonesia menjadi hal penting bagi pihak Kedutaan Besar Iran.

Boroujerdi mengatakan dukungan juga datang dari warga Jawa Tengah, terutama Semarang, selama masa konflik berlangsung. Pesan-pesan tersebut dikirim melalui surat dan berbagai cara lain.

“Selama masa perang ini, khususnya perang akhir-akhir ini, saya mendapatkan banyak pesan dari masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Semarang,” kata Boroujerdi. Ia menyebut jumlah pesan yang diterima telah mencapai lebih dari ribuan, sehingga baru sebagian yang dapat dibaca.

Menurut Boroujerdi, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia menjadi bagian dari tugasnya. Dukungan tersebut dinilainya mencerminkan kepedulian warga terhadap kondisi yang dihadapi Iran.

Peluang Kerja Sama Iran dan Indonesia

Di luar isu konflik, Boroujerdi menyoroti hubungan Iran dan Indonesia yang telah terjalin sejak lama. Ia menilai hubungan Iran dengan Jawa Tengah juga masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Ia menjelaskan bahwa sejak 2016, hubungan tersebut sempat terdampak intervensi dan sanksi sepihak Amerika terhadap Iran. Kondisi itu disebut membatasi hubungan Iran dan Indonesia, sehingga kerja sama yang ada belum berjalan maksimal.

Meski menghadapi hambatan, Boroujerdi melihat kedua negara tetap memiliki kedekatan politik, sosial, dan kebudayaan. Kedekatan tersebut dinilai dapat menjadi dasar untuk memperluas kemitraan pada masa mendatang.

Seperti dilaporkan Media Indonesia, Boroujerdi berharap potensi kedua negara dapat dimanfaatkan lebih besar setelah konflik selesai. Ia menilai Iran dan Indonesia mempunyai potensi yang saling melengkapi untuk mendukung kerja sama di berbagai bidang.

Harapan itu memperlihatkan bahwa agenda perdamaian dan hubungan antarmasyarakat menjadi bagian penting dari pertemuan tersebut. Keinginan mengakhiri konflik berjalan beriringan dengan peluang memperkuat hubungan Iran dan Indonesia pada masa berikutnya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait