Perumahan Laddaland Ubah Rumah Impian Jadi Teror Psikologis yang Dekat dengan Hidup

Perumahan Laddaland datang dengan janji yang tidak biasa untuk film horor Indonesia: bukan sekadar menampilkan sosok menyeramkan, tetapi menekan penonton lewat teror psikologis dan drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

Adaptasi dari Laddaland versi Thailand ini digarap MD Pictures dengan pendekatan yang disesuaikan untuk penonton Indonesia. Sutradara Awi Suryadi menyebut proyek ini sudah lama masuk daftar incarannya karena ia menyukai film aslinya sejak sebelum menggarap Danur.

Horor yang bertumpu pada psikologi dan konflik rumah tangga

Awi menilai kekuatan utama Laddaland ada pada horor psikologis, bukan hanya kemunculan entitas menyeramkan. Menurutnya, pendekatan seperti itu masih jarang muncul di film horor Indonesia, sehingga adaptasi ini memberi ruang baru bagi genre tersebut.

CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, juga melihat nilai lain dari cerita ini. Ia menilai adaptasi tersebut kuat karena memadukan drama keluarga, thriller, dan konflik sosial yang akrab dalam kehidupan banyak orang.

Persoalan yang diangkat pun bukan hal kecil. Manoj menyebut ada unsur kekerasan dalam rumah tangga, masalah keuangan, dan ambisi untuk hidup lebih baik yang membuat ceritanya terasa dekat dengan penonton Indonesia.

Diolah ulang agar relevan dengan kondisi sekarang

Meski bersumber dari film Thailand rilisan 2011, cerita Perumahan Laddaland tidak dibiarkan begitu saja. Awi mengatakan beberapa elemen diubah agar sesuai dengan situasi Indonesia saat ini, termasuk pekerjaan tokoh utama.

Dalam versi Indonesia, tokoh utama dibuat bekerja sebagai driver online. Pilihan itu dianggap lebih dekat dengan kondisi ekonomi dan jenis pekerjaan yang umum ditemui saat ini.

Film ini dibintangi Titi Kamal dan Andri Mashadi sebagai pemeran utama. Titi mengaku menerima tawaran itu karena sudah lebih dulu menyukai Laddaland dan merasakan kuatnya atmosfer cerita sejak pertama kali menonton.

Menurut Titi, kekuatan film ini tidak hanya terletak pada rasa takut, tetapi juga pada dramanya yang menyentuh. Ia menyebut penonton bisa ikut merasakan kesedihan, stres, dan tekanan yang dialami keluarga di dalam cerita.

Rumah impian yang berubah menjadi mimpi buruk

Perumahan Laddaland ditulis oleh Lele Laila dan berpusat pada Tomy, karakter yang diperankan Andri Mashadi. Ia membeli rumah impian lewat KPR demi memberi kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya.

Harapan itu berubah menjadi mimpi buruk setelah keluarga tersebut menempati rumah baru dan mulai mengalami rangkaian kejadian misterius. Teror yang datang perlahan mengubah suasana rumah menjadi penuh ketegangan dan ketakutan.

Selain Titi Kamal dan Andri Mashadi, film ini juga dibintangi Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sriyatun, Sarah Tumiwa, Zidni Hakim, dan Kikky Drajat Martha. Dengan kombinasi drama keluarga dan horor psikologis, Perumahan Laddaland diposisikan sebagai adaptasi yang membawa nuansa baru ke layar lebar Indonesia saat mulai tayang 13 Agustus 2026.

Source: www.suara.com

Terkait