Pertamina Siapkan Jalur Aman di Selat Hormuz, Nasib Dua Tanker Penentu Pasokan Energi Nasional

PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai menyiapkan jalur pelayaran aman bagi dua tankernya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, setelah pemerintah Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial internasional. Pembukaan jalur ini memberi ruang bagi kapal yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut sejak awal Maret, sekaligus membuka peluang pemulihan arus distribusi energi yang sempat terganggu.

Langkah tersebut menjadi penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling strategis dalam rantai pasok minyak dan gas dunia. Di tengah situasi keamanan yang sensitif, PIS memilih bergerak dengan pendekatan hati-hati agar pergerakan dua kapal itu tetap sesuai prosedur dan tidak menambah risiko operasional.

Fokus utama pada keselamatan pelayaran

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan perusahaan kini berada dalam kondisi siaga dan memantau perkembangan di lapangan secara intensif. PIS juga menyusun passage plan sebagai panduan teknis sebelum kapal memasuki kembali perairan tersebut.

“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi,” ujar Vega Pita.

Passage plan itu berfungsi bukan hanya sebagai peta perjalanan, tetapi juga sebagai alat mitigasi risiko bagi awak kapal. Di jalur sempit seperti Selat Hormuz, faktor keamanan regional, kepadatan lalu lintas, dan ketidakpastian administratif dapat memengaruhi keputusan pelayaran secara langsung.

Koordinasi lintas pihak terus dilakukan

Selain menyiapkan rute, PIS memperkuat komunikasi melalui bantuan Kementerian Luar Negeri untuk berinteraksi dengan otoritas terkait. Koordinasi ini diperlukan agar semua prosedur perizinan pelayaran dapat dipenuhi sebelum kapal melintas.

Perusahaan juga menjalin komunikasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, dan otoritas setempat. Langkah lintas pihak ini penting karena pelayaran di Selat Hormuz tidak hanya menyangkut navigasi, tetapi juga perlindungan aset, kepastian administrasi, dan tanggung jawab terhadap muatan.

Vega menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh proses tersebut. “Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” ujarnya.

Dua tanker dengan peran berbeda

Kedua kapal yang disiapkan PIS memiliki fungsi operasional yang tidak sama. Gamsunoro digunakan untuk melayani kargo milik konsumen pihak ketiga, sehingga keberadaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan logistik di luar kepentingan internal perusahaan.

Sementara itu, Pertamina Pride membawa muatan strategis berupa pasokan minyak mentah atau light crude oil untuk kebutuhan energi nasional di dalam negeri. Karena itu, kelancaran kapal ini memiliki dampak yang lebih luas terhadap pasokan energi yang masuk ke Indonesia.

Keberadaan dua tanker itu di kawasan Selat Hormuz sejak awal Maret membuat pembukaan jalur pelayaran komersial menjadi kabar yang dinanti banyak pihak. Situasi ini memberi harapan agar arus energi kembali bergerak lebih lancar setelah sempat tertahan.

Pembukaan jalur memberi kepastian awal

Keputusan membuka kembali jalur itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Ia menyebut kondisi di Selat Hormuz sudah memungkinkan aktivitas pelayaran komersial berjalan penuh.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” kata Abbas Araqchi.

Pernyataan tersebut memberi kepastian awal bagi operator kapal, pemilik kargo, dan perusahaan asuransi yang bergantung pada rute strategis itu. Bagi PIS, kepastian ini menjadi dasar untuk melanjutkan persiapan teknis dan administratif sebelum Pertamina Pride dan Gamsunoro dipulangkan ke jalur operasional normal.

Dengan pengawasan ketat, penyusunan rute, dan koordinasi lintas lembaga, PIS masih menempatkan keamanan pelayaran sebagai kunci utama agar dua tanker tersebut dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz.

Terkait