Pertamax di Kaltim Lebih Mahal dari Jawa, Selisih Rp400 yang Bikin Publik Bertanya

Author: Cung Media

Harga Pertamax di Kalimantan Timur memunculkan pertanyaan besar karena justru lebih mahal daripada di sejumlah wilayah Jawa. Di daerah penghasil dan pengolah migas besar seperti Kaltim, selisih harga ini terasa janggal bagi banyak pihak.

Berdasarkan daftar harga BBM terbaru PT Pertamina Patra Niaga per Juli 2026, Pertamax di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur dipatok Rp16.250 per liter. Di Kalimantan Timur, harga yang sama mencapai Rp16.650 per liter.

Selisih harga di daerah penghasil migas

Perbedaan Rp400 per liter itu menjadi sorotan karena Kalimantan Timur selama ini menempati posisi penting dalam rantai migas nasional. Wilayah ini menjadi rumah bagi blok strategis seperti Mahakam dan Kilang Balikpapan, sehingga publik menilai harga BBM semestinya tidak lebih tinggi dibanding daerah lain.

Dosen Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai kondisi itu sulit diterima masyarakat. Ia menyebut aneh jika daerah penghasil dan tempat pengeboran minyak justru harus membayar lebih mahal untuk BBM nonsubsidi.

Wilayah Harga Pertamax per Liter Selisih
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur Rp16.250
Kalimantan Timur Rp16.650 Rp400 lebih mahal

Desakan transparansi kebijakan

Purwadi meminta pemerintah dan Pertamina menjelaskan secara terbuka alasan di balik perbedaan harga tersebut. Menurut dia, publik berhak mengetahui bagaimana kebijakan harga BBM diterapkan, berapa besar dana yang terkumpul, dan ke mana dana itu dialokasikan.

Ia juga mengingat kebijakan sebelumnya saat pemerintah menaikkan harga BBM dan menjelaskan secara terbuka penghematan anggaran serta pemanfaatannya untuk program publik. Menurut dia, keterbukaan serupa semestinya berlaku sekarang karena BBM adalah kebutuhan dasar, setara dengan listrik dan air bersih.

Faktor distribusi dan pajak

PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan perbedaan harga BBM antardaerah dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan biaya distribusi di masing-masing wilayah. Penjelasan itu menjadi dasar mengapa harga BBM di tiap daerah tidak selalu sama.

Mulai 1 Juli 2026, Pertamina juga menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun harga Pertamax RON 92 tetap berada di Rp16.250 per liter di wilayah Jawa dan Rp16.650 per liter di Kalimantan Timur.

Paradoks daerah kaya sumber daya

Di luar soal harga BBM, Purwadi menilai Kalimantan Timur masih menghadapi paradoks besar sebagai daerah kaya sumber daya alam. Ia menyebut masih banyak wilayah pedalaman yang belum menikmati infrastruktur memadai, layanan kesehatan yang merata, dan pasokan listrik yang andal.

Menurut dia, bahan bakar, listrik, air bersih, dan jalan adalah jantung pertumbuhan ekonomi. Jika kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi dengan baik, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakannya agar pembangunan tidak terasa timpang bagi warga di daerah penghasil migas.

Source: eksposkaltim.com
Terbaru