
Persib Bandung menutup musim dengan cara yang pahit sekaligus bersejarah. Hasil imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api justru memastikan Maung Bandung mengunci gelar juara kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.
Kepastian itu membuat Persib mencatat tonggak baru di era modern. Mereka menjadi klub pertama yang meraih tiga gelar liga beruntun, sebuah capaian yang menegaskan dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir.
Trofi ke-5 dan rekor yang makin panjang
Gelar ini menambah koleksi Persib menjadi lima trofi juara sepanjang sejarah di kasta tertinggi sepak bola nasional. Capaian itu memperkuat posisi klub asal Jawa Barat tersebut sebagai salah satu tim paling sukses di Indonesia.
Musim ini juga menutup perjalanan Persib dengan status khusus di kandang. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam laga kandang sepanjang musim.
Catatan pertahanan Persib ikut menjadi sorotan besar. Lini belakang mereka tampil paling solid di sepanjang kompetisi dan menjadi fondasi penting di balik perebutan gelar.
Perebutan gelar yang ditentukan detail kecil
Persib finis dengan 79 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC Samarinda. Namun, Persib tetap berhak mengangkat trofi karena unggul dalam catatan head to head atas rivalnya.
Situasi itu memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di papan atas pada akhir musim. Dalam perebutan gelar seperti ini, selisih kecil dan rekor pertemuan langsung bisa menjadi pembeda yang menentukan.
Borneo FC sendiri harus puas berada di posisi runner-up. Mereka menutup musim dengan poin yang sama, tetapi kalah dalam penentuan head to head.
Musim berat, hasil tetap maksimal
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyebut musim ini berjalan sangat berat bagi timnya. Ia menyoroti perombakan besar dalam komposisi skuad yang sempat memengaruhi konsistensi permainan.
Hodak mengatakan Persib harus mengganti lima pemain di tim utama. Kondisi itu membuat proses membangun chemistry antarpemain berjalan lebih sulit dibanding dua musim sebelumnya.
Ia menilai situasinya berbeda karena pondasi skuad pada dua musim sebelumnya relatif stabil. Meski begitu, Hodak tetap mengapresiasi kemampuan para pemain menjaga fokus di tengah tekanan sepanjang musim.
Dominasi yang menegaskan status Persib
Capaian tiga gelar beruntun membuat Persib berdiri sendirian dalam sejarah modern kompetisi. Gelar terbaru ini bukan hanya menambah angka di lemari trofi, tetapi juga menguatkan reputasi mereka sebagai tim paling konsisten dalam periode terkini.
Kombinasi pertahanan kuat, rekor kandang tanpa kekalahan, dan kemampuan bertahan di persaingan ketat papan atas menjadi kunci keberhasilan Persib. Di tengah musim yang disebut berat oleh pelatihnya, Maung Bandung tetap menutup perjalanan dengan hasil maksimal dan status juara yang tak terbantahkan.





