Persib Bandung gagal memaksimalkan laga kandang setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC pada pekan ke-29 BRI Super League 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Hasil ini membuat Maung Bandung harus berbagi poin meski tetap berada di puncak klasemen sementara.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai timnya sudah tampil agresif dan menekan sepanjang pertandingan. Namun, ia juga memberi apresiasi besar kepada Arema yang bermain disiplin, rapat, dan efektif dalam meredam serangan tuan rumah.
Arema Bertahan Rapat, Persib Sulit Menembus
Bojan melihat Arema menjalankan rencana pertandingan dengan baik. Menurut dia, tim lawan menutup ruang sejak lini belakang hingga depan sehingga alur serangan Persib kerap terhenti sebelum masuk ke area berbahaya.
Situasi itu membuat Persib lebih banyak menguasai bola, tetapi tidak cukup leluasa saat membangun peluang di sepertiga akhir lapangan. Meski begitu, tekanan yang terus diberikan tetap menunjukkan dominasi Persib dalam permainan.
Kondisi ini juga memperlihatkan bagaimana Arema memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka tidak banyak membuka ruang dan fokus menjaga kedisiplinan agar bisa membawa pulang hasil dari Bandung.
Pujian untuk L Frigeri
Salah satu sorotan utama datang dari performa penjaga gawang Arema, L Frigeri. Bojan menilai kiper lawan itu tampil sigap dan beberapa kali menggagalkan peluang yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.
Peran Frigeri menjadi penting karena Persib mencatat 28 tembakan ke arah gawang dalam laga tersebut. Jumlah itu menunjukkan tekanan besar dari tuan rumah, tetapi penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk menembus pertahanan Arema.
Bagi Persib, angka 28 tembakan juga menjadi gambaran bahwa peluang sebenarnya tersedia. Masalahnya, peluang itu tidak berubah menjadi gol, sehingga pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Persib Masih Memimpin, Tetapi Tekanan Belum Hilang
Meski gagal menang, Persib masih berada di posisi teratas klasemen sementara dengan 66 poin dari 29 pertandingan. Catatan itu berasal dari 20 kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena Borneo FC masih berpeluang mengejar. Tim itu disebut masih memiliki kesempatan menyamai poin Persib jika mampu menang atas Semen Padang.
Bojan pun tetap meminta timnya fokus ke laga berikutnya. Hasil imbang kontra Arema juga menjadi yang kedua secara beruntun bagi Persib setelah sebelumnya bermain 2-2 melawan Dewa United, sehingga konsistensi masih menjadi perhatian utama di fase ini.
Satu Poin yang Bermakna bagi Arema
Bagi Arema, hasil imbang di GBLA memberi dampak positif terhadap posisi mereka di klasemen. Tambahan satu poin membawa Singo Edan naik ke peringkat ke-10 dengan 39 poin dari 29 laga.
Arema kini mengoleksi 10 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 10 kekalahan. Hasil di Bandung juga membuat mereka menggeser PSIM dalam persaingan papan tengah.
Laga ini menegaskan perbedaan karakter kedua tim di lapangan. Persib tampil dominan dan terus menekan, sementara Arema bertahan dengan disiplin tinggi serta memaksimalkan kerja keras lini belakang untuk meredam peluang lawan.
Source: www.beritasatu.com






