Persib Pincang Lawan PSM, Empat Pilar Absen Saat Gelar Masih Diujung Tangan

Persib Bandung menghadapi laga yang jauh dari ideal saat perebutan gelar Super League 2025/2026 memasuki fase paling menentukan. Menjelang pekan ke-33 kontra PSM Makassar, Maung Bandung dipastikan kehilangan empat pilar utama sekaligus.

Situasi ini langsung menambah tekanan pada tim asuhan Bojan Hodak. Persib memang masih memimpin klasemen dengan 75 poin, tetapi Borneo FC terus menjaga jarak dan membuat persaingan juara tetap terbuka.

Empat nama penting harus absen

Absennya empat sosok vital itu datang pada momen yang sangat sensitif. Bojan Hodak tidak bisa mendampingi tim, sementara Federico Barba, Luciano Guaycochea, dan Layvin Kurzawa juga harus menepi.

Kondisi tersebut membuat opsi Persib dalam menyusun strategi menjadi lebih sempit. Situasinya makin rumit karena laga melawan PSM Makassar akan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie pada Minggu, 17 Mei 2026.

Dilansir dari Harian Fajar, kehilangan empat figur penting itu akan berdampak langsung pada fleksibilitas tim dalam dua pertandingan sisa. Persib harus mencari solusi cepat agar komposisi permainan tetap stabil di saat hasil maksimal menjadi kebutuhan mutlak.

Beban besar untuk dua laga terakhir

Masalah Persib tidak berhenti pada satu pertandingan saja. Dengan hanya menyisakan dua laga, staf kepelatihan dituntut segera menyiapkan adaptasi taktis untuk menghadapi PSM Makassar dan Persijap Jepara.

Kemenangan di dua laga itu menjadi syarat penting untuk mengunci gelar juara musim 2025/2026. Karena itu, kehilangan empat pilar utama jelas menambah beban di tengah situasi klasemen yang masih bisa berubah.

Krisis ini juga datang setelah Persib meraih kemenangan krusial 2-1 atas Persija Jakarta di Stadion Segiri pada 10 Mei 2026. Hasil itu sempat memperkuat langkah mereka di jalur juara, tetapi kondisi skuad yang melemah kini memunculkan tantangan baru.

Ada masalah personel yang lebih panjang

Selain empat absensi utama tersebut, laporan yang sama menyebut ada satu pemain Persib yang dipastikan menepi hingga akhir musim. Kondisi ini menambah panjang daftar masalah personel yang harus ditangani tim pada fase akhir kompetisi.

Kerugian jangka panjang seperti itu membuat Persib bukan hanya kehilangan tenaga untuk satu laga. Tim juga kehilangan opsi hingga penutupan musim, sehingga pelatih dan staf harus lebih cermat menyusun struktur permainan.

Dalam kondisi normal, absennya satu atau dua pemain masih bisa ditutup lewat rotasi. Namun ketika pelatih kepala juga tidak berada di pinggir lapangan dan tiga pemain asing ikut absen, beban adaptasi otomatis meningkat.

Tekanan mempertahankan puncak klasemen

Posisi Persib di puncak klasemen memang masih memberi keuntungan. Namun keunggulan itu tidak cukup aman ketika pesaing seperti Borneo FC terus berada dalam jarak yang dekat.

Karena itu, duel melawan PSM Makassar menjadi lebih dari sekadar pertandingan biasa. Hasilnya bisa sangat menentukan arah perebutan gelar, terutama saat Persib harus tampil dengan struktur tim yang jauh dari ideal.

Di saat yang sama, PSM juga akan bermain di kandang sendiri dan tentu tidak ingin memberi ruang bagi Persib. Pertemuan ini menjadi ujian besar bagi daya tahan skuad Maung Bandung di tengah badai absensi pemain dan tekanan perebutan juara.

Persib kini dituntut menjaga konsentrasi penuh dalam situasi yang sulit. Dengan komposisi tim yang pincang, dua laga terakhir akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengamankan gelar atau justru memberi celah bagi pesaing untuk terus menekan.

Terkait