Persebaya Surabaya datang ke laga tandang melawan Semen Padang FC dengan situasi yang tidak ideal. Sejumlah pemain Green Force masih harus dipantau tim medis setelah laga ketat melawan Persis Solo memunculkan keluhan fisik pada beberapa nama.
Kondisi itu membuat persiapan menuju Stadion H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, berjalan lebih hati-hati. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, staf pelatih dan tim medis Persebaya masih fokus menjaga agar kondisi pemain tidak menurun lagi.
Masalah fisik muncul usai laga lawan Persis Solo
Sorotan utama tertuju pada Koko Ari Araya. Bek berusia 26 tahun itu terlihat pincang pada babak kedua saat Persebaya menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Solo.
Koko kemudian ditarik keluar pada menit ke-60 dan posisinya digantikan Dimas Wicaksono Putra Rahman. Malik Risaldi juga tidak menuntaskan pertandingan dan hanya bermain selama 45 menit sebelum digantikan Mikael Tata pada awal babak kedua.
Gejala fisik pada dua pemain itu menjadi alarm penting bagi Persebaya menjelang pertandingan berikutnya. Tim kini harus memastikan tidak ada cedera yang berkembang lebih jauh sebelum mereka tampil di Padang.
Tim medis masih melakukan observasi
Chief Medical Officer Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya atau dr Tommy, menyebut tim medis terus memeriksa kondisi para pemain yang sempat mengalami keluhan. Ia menegaskan kondisi umum skuad masih tergolong baik, meski observasi tetap berjalan untuk memastikan tidak ada masalah lanjutan.
“Kami masih terus melakukan observasi, terutama terkait kondisi fisiknya setelah pertandingan kemarin. Secara keseluruhan kondisi pemain Persebaya dalam keadaan cukup baik,” ujar dr Tommy.
Ia juga menyampaikan bahwa Koko mengalami kram, tetapi kondisinya sudah membaik saat komunikasi terakhir dilakukan. Malik pun disebut menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat penanganan dari dokter tim dan fisioterapis.
Daftar pemain yang masih dipantau
Selain Koko dan Malik, Persebaya masih memantau sejumlah pemain yang sedang menjalani pemulihan cedera. Nama-nama seperti Rachmat Irianto, Alfan Suaib, dan Sadida Nugraha masuk dalam daftar pantauan khusus tim medis.
Dr Tommy menambahkan, pelatih Bernardo Tavares juga memberi tambahan waktu istirahat agar proses pemulihan berjalan lebih optimal. Langkah itu dilakukan supaya para pemain bisa pulih tanpa terburu-buru di tengah padatnya agenda pertandingan.
“Selain pemain tersebut, masih ada beberapa pemain yang berada dalam pantauan khusus tim medis, terutama pemain yang sedang menjalani pemulihan cedera seperti Irianto, Alfan, dan Sadida,” kata dr Tommy.
Situasi ini memaksa Persebaya menyiapkan opsi skuad dengan lebih cermat. Opsi rotasi menjadi penting karena tim tidak hanya butuh pemain yang siap tampil, tetapi juga harus menjaga beban fisik mereka tetap aman.
Tantangan tetap besar di Padang
Meski dihantam masalah kebugaran, Persebaya tetap membawa modal yang cukup baik ke laga berikutnya. Green Force masih berada di peringkat kelima klasemen dengan 52 poin.
Namun, Semen Padang juga bukan lawan yang bisa dipandang ringan dalam situasi seperti ini. Tim tuan rumah saat ini menempati posisi ke-17 dengan 20 poin, sehingga Persebaya tetap harus waspada saat bertanding di hadapan tekanan lawan dan tuntutan poin penuh.
Laga tandang nanti pun menjadi ujian yang bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal ketahanan fisik skuad. Persebaya harus menjaga tren positif sambil berharap kondisi pemain yang dipantau tim medis bisa segera stabil sebelum turun ke lapangan.
