PERADI Profesional Pecah Rekor MURI, 138 Kampus Jadi Saksi Langkah Besar Ini

PERADI Profesional mencatat langkah yang menonjol setelah menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Organisasi advokat ini dinobatkan sebagai yang paling banyak menandatangani kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Capaian tersebut bukan sekadar soal angka. Bagi PERADI Profesional, kerja sama dengan kampus diposisikan sebagai cara untuk menguatkan pendidikan profesi advokat dan ikut mengembalikan marwah profesi penegak hukum di Tanah Air.

138 Perguruan Tinggi Sudah Menjalin Kerja Sama

Dalam piagam Rekor Indonesia Nomor 12803/R.MURI/VII/2026, PERADI Profesional tercatat telah menggandeng 138 perguruan tinggi untuk penyelenggaraan pendidikan profesi advokat. Dari jumlah itu, 108 merupakan perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama.

Data Kerja Sama PERADI ProfesionalJumlahKeterangan
Perguruan tinggi mitra138Untuk penyelenggaraan pendidikan profesi advokat
Perguruan tinggi keagamaan108Di bawah naungan Kemenag

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional, Yuhelson, menegaskan bahwa sinergi antara praktisi hukum, akademisi, dan pemerintah menjadi fondasi penting bagi penegakan hukum. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor adalah jalan untuk menegakkan keadilan secara lebih kuat.

Yuhelson juga menyebut capaian itu lahir dalam waktu yang relatif singkat. Ia mengatakan bahwa dalam kurun waktu belum sampai enam bulan, PERADI Profesional sudah menjalin kerja sama dengan lebih dari 112 perguruan tinggi, yang kemudian menjadi catatan sejarah bagi organisasi tersebut.

Fokus pada Revitalisasi Muruah Profesi Advokat

Visi utama PERADI Profesional adalah merevitalisasi muruah dan kehormatan profesi penegak hukum. Upaya itu ditempuh lewat peningkatan mutu pendidikan bagi calon advokat, termasuk dengan menggandeng kampus-kampus di berbagai daerah.

Yuhelson menilai PERADI Profesional menempuh jalur yang berbeda dari organisasi lain karena menempatkan akademisi dan pemerintah sebagai mitra utama. Ia menyebut tiga pilar itu sebagai dasar sejarah baru bagi penegakan keadilan di Indonesia.

Apresiasi untuk Pemerintah dan Dunia Kampus

Ketua Umum PERADI Profesional, Harris Arthur Hedar, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, dan Universitas Indonesia. Menurut dia, dukungan dari perguruan tinggi negeri dan swasta membuat organisasi ini layak menerima penghargaan MURI.

Harris menyebut pencapaian tersebut sebagai rekor bagi organisasi advokat pertama yang menandatangani kerja sama dengan perguruan tinggi terbanyak di Indonesia. Ia menilai capaian itu menjadi bukti bahwa penguatan pendidikan advokat membutuhkan dukungan banyak pihak.

Ia berharap penghargaan ini menjadi dorongan agar PERADI Profesional terus meningkatkan standar kualitas pendidikan advokat. Dengan kerja sama yang lebih luas bersama dunia kampus, organisasi itu menargetkan lahirnya generasi advokat baru yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan penegakan hukum ke depan.

Pada saat yang sama, penghargaan MURI ini menjadi validasi atas kerja organisasi dalam mencetak praktisi hukum berkualitas. Bagi PERADI Profesional, prestasi itu bukan hanya simbol, tetapi juga penguat untuk memperluas sinergi dengan perguruan tinggi dan pemerintah.

Source: www.viva.co.id
Terkait