Pep Guardiola Belum Rindu Melatih, Harapan Timnas Italia Kian Menjauh

Pep Guardiola belum menunjukkan tanda ingin segera kembali ke dunia kepelatihan setelah mengakhiri masa panjangnya bersama Manchester City. Pelatih asal Spanyol itu justru memilih memanfaatkan jeda untuk menjalani kehidupan yang lebih dekat dengan keluarga dan kegiatan di luar sepak bola.

Sikap tersebut membuat peluang Italia mendapatkan Guardiola dalam waktu dekat tampak belum terbuka. Namanya sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia yang kosong setelah Gennaro Gattuso mundur.

Guardiola menegaskan bahwa keputusannya berhenti tidak muncul karena kehilangan gairah terhadap pekerjaan. Ia merasa perlu mengambil jarak setelah sebagian besar hidup dewasanya tersambung erat dengan sepak bola.

“Secara mental saya tak merasa melewatkan apapun. Saya mulai melatih saat berusia 37 tahun dan segala hal dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola,” ujar Guardiola seperti dikutip Football Italia.

Jeda yang Dianggap Penting

Bagi Guardiola, masa tanpa rutinitas pertandingan dan latihan menjadi kesempatan untuk menemukan ritme hidup yang berbeda. Ia ingin bisa menikmati kegiatan yang tidak selalu berkaitan dengan taktik, hasil laga, maupun tekanan kompetisi.

“Sekarang saya ingin menemukan hidup dan bahagia melakukan hal-hal yang tak terkait dengan sepak bola,” kata Guardiola. Ia mengakui masih menyukai profesi pelatih, tetapi memandang masa istirahat sebagai kebutuhan yang wajar.

Guardiola tidak menutup kemungkinan kembali menangani tim pada masa depan. Namun, ia ingin keputusan itu datang ketika rasa rindu terhadap pekerjaan sebagai pelatih benar-benar muncul.

“Mungkin suatu hari saya akan bangun dan berkata, ‘Oke, saya ingin melatih lagi.’ Saya perlu merasa rindu, dan sekarang saya tidak merasa demikian,” lanjutnya.

Karier yang Nyaris Tanpa Henti

Keinginan mengambil jeda itu berkaitan dengan panjangnya perjalanan Guardiola di bangku kepelatihan. Sejak memulai karier manajerial pada 2007, ia disebut menghabiskan 18 tahun sebagai pelatih klub dalam rentang 19 tahun terakhir.

KlubMulai MelatihMasa Kerja
Barcelona B2007Awal karier manajerial
Barcelona2008Hingga 2012
Bayern Munich20133 tahun
Manchester City201610 tahun

Guardiola memulai perjalanan sebagai pelatih di Barcelona B sebelum naik menangani tim utama Barcelona pada 2008. Setelah meninggalkan klub itu pada 2012, ia sempat menepi selama setahun sebelum menerima tawaran Bayern Munich.

Masa kerjanya di Bayern Munich berlangsung selama tiga tahun. Pada 2016, Guardiola melanjutkan kariernya ke Manchester City dan bertahan di klub tersebut selama satu dekade.

Rentang pekerjaan yang panjang itu membuat Guardiola ingin memberi perhatian lebih besar kepada dirinya sendiri. Ia menyebut keputusan berhenti sebagai bagian dari upaya merawat diri dengan lebih baik.

“Saya mencoba memahami akan seperti apa hidup saya. Saya memutuskan berhenti karena saya ingin merawat diri saya lebih baik,” ujar Guardiola.

Ingin Lebih Dekat dengan Keluarga

Alasan keluarga juga menjadi bagian penting dari keputusan Guardiola untuk tidak buru-buru menerima proyek baru. Ia ingin memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anaknya serta sang ayah yang kini berusia 95 tahun.

“Saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak saya dan ayah saya, yang masih hidup dan berusia 95 tahun sekarang,” katanya. Guardiola menilai pertambahan usia turut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan dan pekerjaan.

Guardiola mengatakan dirinya kini berusia 56 tahun dan sedang menyesuaikan diri dengan fase hidup baru. Ia menyebut proses tersebut berjalan baik, meski belum bisa memastikan kapan akan kembali melatih.

Bagi Timnas Italia, pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Guardiola belum menjadikan proyek kepelatihan baru sebagai prioritas. Fokusnya saat ini adalah menikmati jeda yang nyaris tidak pernah ia miliki sepanjang kariernya.

Source: sport.detik.com
Terkait