
Tim kuasa hukum Taylor Swift membantah tuduhan pelanggaran merek dagang yang diajukan mantan penampil kabaret Las Vegas, Maren Wade. Sengketa ini memanas karena berpusat pada judul album The Life of a Showgirl yang dinilai terlalu dekat dengan merek milik Wade, Confessions of a Showgirl.
Wade, yang juga dikenal sebagai Maren Flagg, mengajukan gugatan pada Senin (30/3). Ia menyebut nama itu sudah dipakai sejak 2015 untuk pertunjukan kabaret, podcast, dan kolom media, sehingga judul album Taylor Swift disebut berpotensi menimbulkan kebingungan di publik.
Pokok sengketa merek dagang
Dalam gugatannya, Wade menilai penjualan album Taylor Swift ikut memberi dampak pada bisnisnya. Ia berpendapat, semakin besar penjualan album tersebut, semakin sulit publik membedakan dan mengenali merek Confessions of a Showgirl sebagai miliknya.
Melalui kuasa hukumnya, Jaymie Parkkinen, Wade meminta pengadilan menghentikan penggunaan judul The Life of a Showgirl. Pihak Wade juga menyinggung bahwa Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat sempat menolak pendaftaran merek Taylor Swift karena dianggap terlalu mirip.
“Dia mendaftarkannya. Dia mendapatkannya dengan usaha sendiri,” ujar Jaymie Parkkinen dalam pernyataannya.
Balasan tim hukum Taylor Swift
Pengacara Taylor Swift menolak tudingan itu dan menyebut gugatan tersebut tidak berdasar. Mereka menilai Wade justru mencoba menumpang pada popularitas Taylor Swift untuk mengangkat profil bisnisnya sendiri.
“Permohonan ini, sama seperti gugatan Maren Flagg, seharusnya tidak pernah diajukan,” tulis tim hukum Taylor Swift dalam tanggapan mereka.
Pihak Taylor Swift juga menegaskan bahwa skala bisnis Wade berbeda jauh dari aktivitas Taylor Swift. Mereka menyebut konser Taylor Swift berlangsung dalam skala besar, sedangkan Wade tampil di tempat yang lebih kecil seperti hotel dan klub makan malam.
Polemik penggunaan frasa di media sosial
Tim hukum Taylor Swift turut menuduh Wade mulai sering menggunakan frasa The Life of a Showgirl di media sosial setelah judul album itu diumumkan. Mereka juga menyinggung adanya podcast baru yang disebut memakai pendekatan visual dan konsep yang mirip dengan album Taylor Swift.
“Empat hari setelah Taylor Swift mengumumkan judul album dan artwork-nya, penggugat meluncurkan podcast baru yang meniru logo, judul, dan konsep visual album tersebut,” tulis tim hukum Taylor Swift.
Pihak Taylor Swift memakai argumen itu untuk menunjukkan bahwa justru Wade yang memanfaatkan sorotan atas album tersebut. Sementara itu, Wade tetap melanjutkan proses gugatan dan menilai tim Taylor Swift belum menjawab poin utama soal penolakan merek dagang oleh otoritas Amerika Serikat.
Album yang tetap laris di tengah sengketa
Di tengah perselisihan hukum itu, The Life of a Showgirl tetap mencatat performa komersial yang kuat. Album tersebut terjual sekitar 4 juta kopi pada pekan pertama dan menjadi album nomor satu ke-15 Taylor Swift di tangga Billboard 200.
Pencapaian itu membuat album baru Taylor Swift semakin menjadi sorotan publik. Namun, sengketa merek dagang dengan Wade masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda penyelesaian.
Source: lifestyle.bisnis.com




