Boeing mencatat pemulihan pendapatan yang kuat pada kuartal I 2026, dengan penjualan mencapai 22,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 381,7 triliun. Kenaikan 18 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya menunjukkan bisnis perusahaan mulai bergerak lebih stabil, meski proses pemulihan itu masih dibebani tekanan kas yang belum sepenuhnya pulih.
Laba yang membaik belum sepenuhnya menghapus tantangan utama Boeing. Perusahaan masih mencatat defisit arus kas bebas sebesar 1,5 miliar dollar AS karena investasi besar di lini manufaktur, sehingga pemulihan operasional tetap harus dibayar mahal.
Pengiriman pesawat jadi motor pertumbuhan
Pendorong terbesar kenaikan pendapatan datang dari bisnis Commercial Airplanes. Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, Boeing mengirim 143 pesawat, lebih tinggi dibandingkan 130 unit pada periode yang sama sebelumnya.
Kenaikan jumlah pengiriman itu langsung mengangkat penjualan dan memperlihatkan perbaikan di operasi produksi. Namun, segmen pesawat komersial belum sepenuhnya lepas dari tekanan karena masih membukukan rugi operasional 563 juta dollar AS meski menghasilkan pendapatan 9,2 miliar dollar AS.
Pemulihan operasi masih jadi fokus utama
Presiden sekaligus CEO Boeing, Kelly Ortberg, menegaskan bahwa arah perusahaan sudah mulai membaik. Ia menyebut Boeing terus menitikberatkan perbaikan kinerja operasional dan pelaksanaan rencana pemulihan.
Ortberg mengatakan, “Perusahaan kami bergerak ke arah yang benar seiring kami terus meningkatkan kinerja operasional dan melaksanakan rencana pemulihan kami.” Ia juga menambahkan bahwa fokus perusahaan mencakup peningkatan produksi secara aman, pelaksanaan program yang lebih baik, serta pemulihan kinerja keuangan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Boeing tidak hanya mengejar kenaikan pendapatan, tetapi juga berupaya memperbaiki disiplin kerja di seluruh lini. Dalam industri yang sangat bergantung pada ketepatan produksi dan standar keselamatan, konsistensi eksekusi menjadi elemen penting bagi pemulihan jangka panjang.
Bisnis pertahanan dan layanan ikut memberi bantalan
Di luar bisnis pesawat komersial, unit Defense, Space & Security ikut membantu menopang hasil perusahaan. Divisi ini mencatat laba operasional 233 juta dollar AS, naik 50 persen secara tahunan.
Boeing Global Services juga memberi kontribusi positif dengan pendapatan operasi 971 juta dollar AS. Kinerja dua unit tersebut membantu menjaga stabilitas grup ketika perusahaan masih menghadapi biaya pemulihan yang besar di bisnis inti pesawat komersial.
Produksi naik, sertifikasi masih menunggu
Di lini produksi, Boeing meningkatkan output 737 MAX menjadi 42 unit per bulan. Perusahaan juga menargetkan sertifikasi untuk varian MAX 7 dan MAX 10 dapat selesai pada akhir tahun ini.
Langkah itu penting karena menentukan seberapa cepat pemulihan dapat berlanjut. Jika target produksi dan sertifikasi tercapai, Boeing berpeluang memperkuat kepercayaan pasar sekaligus memperlancar normalisasi bisnis komersialnya.
Meski pendapatan melonjak dan rugi bersih menyusut tajam menjadi 7 juta dollar AS dari 31 juta dollar AS pada kuartal pertama tahun sebelumnya, tekanan kas masih menjadi pekerjaan besar. Boeing menilai arus kas bisa kembali positif pada akhir tahun 2026 jika produksi terus naik dan pengendalian biaya berjalan lebih ketat.







