Pemulihan Adik Keisya Levronka Masih Berlanjut, Kaki Kanan Belum Pulih Sepenuhnya

Author: Cung Media

Kondisi terbaru Lexi Valleno Havlenda, adik Keisya Levronka, masih menunjukkan dampak panjang setelah insiden jatuh dari lantai enam Universitas Tarumanagara. Hingga kini, kaki kanannya disebut masih menghambat aktivitas sehari-hari dan ia masih bergantung pada berbagai terapi.

Lexi menyampaikan kondisi itu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pemulihan, karena proses penyembuhan belum benar-benar selesai.

Masih perlu fisioterapi

Lexi mengatakan kaki kanannya belum pulih sepenuhnya dan masih membutuhkan fisioterapi serta penanganan lain. Menurut dia, semua itu dilakukan agar aktivitas harian bisa berjalan lebih baik.

“Ya, kaki kanan sih kan masih terhambat lah untuk aktivitas sehari-hari. Jadi kalau kegiatan paling ya itu masih banyak butuh terapi kan, fisioterapi segala macam,” kata Lexi.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada prioritas lain selain pemulihan. “Fokusnya kan sekarang pemulihan, pemulihan dulu kan,” ujarnya.

Aspek Keterangan
Kondisi fisik Kaki kanan masih terhambat untuk aktivitas sehari-hari
Penanganan Masih membutuhkan fisioterapi dan berbagai terapi lain
Fokus utama Pemulihan terlebih dahulu

Keluarga juga menjaga kondisi mental

Ibunda Keisya, Levi Leonita Davies, mengatakan pemulihan Lexi tidak hanya soal fisik. Menurut dia, keluarga juga harus menjaga kondisi mental Lexi agar tidak semakin terbebani selama menjalani perawatan.

Levi menyebut Lexi pernah hampir menyerah saat masa pemulihan. Karena itu, keluarga berupaya tetap kuat di depannya dan sepakat untuk tidak menunjukkan kesedihan di ruang perawatan.

“Jadi selain dari fisiknya, kita juga mentalnya juga. Jadi sempat lah dia ngomong, ‘Ah mending aku mati aja daripada aku kayak gini’, apa segala macam. Ya kita yang ini (menguatkan). Jadi kita itu sampai sepakat keluarga, tante, kakaknya, apa semua itu kalau di depan adik jangan nangis ya,” tutur Levi.

Ia menambahkan, keluarga sengaja menahan emosi saat Lexi masih dirawat di rumah sakit. Langkah itu dilakukan agar Lexi tidak ikut terbawa suasana dan semakin terpuruk.

Levi juga menyebut perjuangan pemulihan itu sudah berlangsung selama dua tahun. Kondisi tersebut membuat proses penyembuhan menjadi perjalanan panjang bagi keluarga.

Mediasi dengan Untar masih berjalan

Di sisi lain, keluarga dan Universitas Tarumanagara sepakat menempuh mediasi dalam perkara ini. Majelis hakim memberikan waktu 30 hari untuk proses tersebut.

“Hari ini juga dijadwalkan sebagaimana proses perkara perdata, akan ada mediasi selama 30 hari. Kalau kami dari penggugat hari ini sebenarnya sudah siap untuk mediasi,” tutur Eclund.

Insiden yang dialami Lexi terjadi saat ia mengikuti kegiatan organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam di kampus Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat. Peristiwa itu berlangsung pada Jumat, 29 Maret 2024, ketika ia mengikuti latihan panjat tebing atau susur goa.

Menurut keterangan yang beredar, Lexi jatuh dari lantai enam gedung kampus setelah pengaitnya terlepas. Pihak Untar menyebut kegiatan itu berlangsung tanpa izin resmi dari universitas, sementara keamanan kampus sebenarnya sudah melarang pelaksanaannya.

Karena bertepatan dengan hari libur, operasional kampus dan fasilitas penanganan darurat juga terbatas saat insiden terjadi. Dampaknya masih terasa hingga kini dan menjadi alasan pemulihan Lexi belum tuntas.

Source: entertainment.kompas.com
Terbaru