Gencatan senjata antara Washington dan Teheran membuat satu fakta perang kembali mencuat: lapisan elite Iran terpukul keras oleh serangan yang menyasar pusat kekuasaan politik dan militer. Dalam konflik singkat yang berlangsung intens, sejumlah tokoh kunci dilaporkan tewas, termasuk nama-nama yang selama puluhan tahun menjadi penopang sistem Republik Islam.
Kerugian itu bukan sekadar kehilangan personel. Iran memang bergerak cepat mengisi posisi yang kosong, tetapi daftar korban menunjukkan betapa dalam hantaman yang diterima struktur komando negara itu saat perang AS-Israel melawan Iran memuncak.
Kehilangan paling besar di puncak kekuasaan
Nama paling mencolok adalah Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 itu tewas pada jam pertama perang, ketika serangan udara menghantam pertemuan pejabat senior di Teheran.
Serangan yang sama juga menewaskan menantu perempuan, putri, dan setidaknya satu cucunya. Putranya, Mojtaba, dilaporkan selamat meski terluka dan kini mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi, meski belum tampil di publik.
Tokoh penting lain yang ikut tewas adalah Larijani, yang disebut sebagai pilar sistem pemerintahan Iran selama puluhan tahun. Ia tewas pada 17 Maret dalam serangan Israel di wilayah Teheran, hanya sepekan setelah masih terlihat di depan publik dalam rapat umum pro-pemerintah.
IRGC kehilangan sejumlah panglima senior
Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC juga kehilangan petingginya. Mohammad Pakpour, yang baru menjabat sebagai panglima tertinggi IRGC pada Juni 2025 menggantikan Hossein Salami, tewas pada hari pertama perang.
Posisi itu kemudian diisi Ahmad Vahidi, mantan Menteri Dalam Negeri. Pergantian cepat tersebut menunjukkan upaya Iran menjaga kesinambungan komando di tengah tekanan serangan udara.
Alireza Tangsiri, Kepala Angkatan Laut IRGC, juga dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Veteran Perang Iran-Irak itu dikenal sebagai figur utama dalam operasi di Selat Hormuz, wilayah strategis yang kerap menjadi titik sensitif dalam hubungan Iran dengan lawan-lawannya.
Israel sebelumnya mengidentifikasinya sebagai tokoh kunci di balik penambangan dan pemblokadean jalur pelayaran vital itu. Kematian Tangsiri menambah daftar panjang perwira senior yang gugur dalam serangan tersebut.
Ali Shamkhani juga masuk dalam daftar korban. Tokoh veteran angkatan bersenjata sejak 1980-an itu tewas pada hari pertama perang, setelah sebelumnya sempat dilaporkan tewas dalam konflik Juni 2025 tetapi ternyata hanya mengalami luka parah.
Kabinet, intelijen, dan komando keamanan ikut terpukul
Dari jajaran kabinet, Menteri Intelijen Esmail Khatib dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Teheran pada dini hari 18 Maret. Ia telah menjabat sejak 2021 dan dikenal sebagai sosok kontroversial yang oleh kelompok HAM dituduh berperan dalam penindasan protes domestik.
Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga menjadi korban gelombang serangan udara pada hari pertama perang. Ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan sejak 2024 dan termasuk pejabat sipil yang terdampak langsung oleh serangan itu.
Juru Bicara IRGC Ali Mohammad Naini tewas pada Maret dalam serangan yang disebut IRGC sebagai aksi penakut oleh AS dan Israel. Sebelum kematiannya dikonfirmasi, ia sempat mengatakan bahwa produksi rudal Iran tetap berjalan sempurna di tengah perang.
Di struktur keamanan yang lebih luas, Gholamreza Soleimani, kepala kelompok paramiliter sukarelawan Basij, tewas pada 17 Maret. Basij dikenal sebagai sayap IRGC yang keras dalam menangani demonstrasi di dalam negeri, sehingga kematiannya turut memukul lapisan pengendalian internal Iran.
Mohammad Shirazi, yang memimpin kantor militer pengoordinasi cabang keamanan di kantor Pemimpin Tertinggi, juga tewas di hari pertama perang. Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata yang mengoordinasikan IRGC dan tentara reguler, turut dilaporkan tewas pada hari yang sama.
Kematian Mousavi menjadi penting karena ia baru menjabat sejak Juni 2025. Dengan sederet posisi strategis yang kosong sekaligus, perang ini tidak hanya menambah korban jiwa, tetapi juga mengguncang jantung struktur komando yang selama ini menjaga stabilitas politik dan militer Teheran.
Source: mediaindonesia.com






