Kerusakan di Jembatan Panton Labu, Aceh Utara, langsung ditangani karena jalur ini memegang peran penting bagi mobilitas warga dan arus logistik di pantai utara Aceh. Pemerintah bergerak cepat setelah menerima laporan adanya gangguan lokal di bagian lantai jembatan.
Penanganan dilakukan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR melalui tim teknis yang sudah turun ke lapangan. Fokus utama saat ini adalah menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan gangguan terhadap distribusi barang dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Kerusakan terjadi di bagian lantai jembatan
Menurut laporan yang diterima Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, kerusakan muncul pada lantai segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Luas bagian yang terdampak sekitar 0,7 meter x 2,7 meter.
Jembatan tipe RBA itu dibangun pada 1992 dengan panjang bentang 93 meter dan lebar 9,1 meter. Pemeriksaan awal menunjukkan struktur utama jembatan masih aman, meski kerusakan permukaan tetap perlu segera ditangani agar gangguan tidak meluas.
Perbaikan darurat sudah disiapkan
Tim teknis Bina Marga sudah melakukan asesmen lapangan dan menyiapkan perbaikan darurat. Metode beton fast track digunakan supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan lalu lintas di sekitar lokasi tidak terlalu terganggu.
Safrizal menyampaikan laporan kondisi terkini jembatan itu diterima langsung dari Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar. Ia menegaskan respons cepat memang dibutuhkan karena jembatan tersebut menjadi salah satu jalur transportasi utama di Aceh Utara.
Konektivitas dan logistik jadi perhatian utama
Jembatan Panton Labu memiliki posisi penting dalam konektivitas wilayah pantai utara Aceh. Jalur ini menunjang mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Safrizal mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Bina Marga dalam merespons kondisi itu. Pemerintah juga terus memantau proses perbaikan sampai pekerjaan selesai dan jembatan kembali beroperasi optimal.
Selama penanganan berlangsung, masyarakat diminta mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di sekitar lokasi. Langkah ini diambil agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga sembari arus barang dan mobilitas di Aceh Utara tetap berjalan.
Source: www.medcom.id






