Jawa Tengah Siaga Kekeringan, 18 Daerah Masuk Peta Rawan Jelang Kemarau 2026

Jawa Tengah mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemarau 2026 setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jateng memetakan sedikitnya 18 kabupaten dan kota yang berpotensi terdampak kekeringan. Peta rawan ini menjadi alarm awal karena sebagian daerah bahkan sudah lebih dulu menetapkan status siaga darurat.

Ancaman kekeringan itu tersebar di banyak wilayah, dari pesisir utara hingga bagian selatan dan tengah provinsi. Daerah yang masuk daftar rawan meliputi Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Brebes, Tegal, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara.

Cadangan air bersih diperbesar

Di tengah pemetaan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan cadangan logistik air bersih dalam jumlah besar. Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebut stok yang sudah disiapkan mencapai 123 juta liter air bersih.

Distribusi bantuan juga sudah berjalan di wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Hingga akhir Juni 2026, BPBD Jateng mencatat 654 ribu liter air telah disalurkan kepada warga di enam kabupaten dan kota.

Delapan daerah sudah berstatus siaga darurat

Hingga akhir Juni 2026, delapan daerah di Jawa Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Daerah itu adalah Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Kota Tegal, dan Kota Salatiga.

Selain menyalurkan air bersih, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan langkah pendukung untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Upaya itu mencakup pembangunan sumur dalam dan Sistem Penyediaan Air Minum melalui DPUPR Jateng.

Bergas mengimbau warga untuk ikut menghemat air dan menyimpan cadangan air bersih selama kemarau berlangsung. Menurutnya, langkah sederhana dari masyarakat tetap menjadi bagian penting untuk bertahan menghadapi kondisi kekeringan yang berpotensi meluas.

Source: indoraya.news

Terkait