Pembiayaan Hijau BSI Capai Rp77,6 Triliun, Porsinya Sudah 23% dari Portofolio

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp77,6 triliun hingga Mei 2026. Nilai ini setara sekitar 23% dari portofolio pembiayaan BSI yang menjadi basis perhitungan sebesar Rp334 triliun.

Porsi tersebut menunjukkan pembiayaan berkelanjutan telah menempati posisi penting dalam strategi penyaluran dana perseroan. Portofolio ini tidak hanya menyasar pertumbuhan bisnis, tetapi juga kegiatan ekonomi yang memberi dampak sosial dan lingkungan.

Porsi Besar di Tengah Pertumbuhan Pembiayaan

Total pembiayaan BSI hingga bulan kelima 2026 mencapai Rp335 triliun. Angka itu tumbuh 14,60% secara tahunan atau year on year (YoY), dengan segmen konsumer dan ritel menjadi penggerak utama.

Besarnya pembiayaan berkelanjutan menandakan ekspansi BSI berjalan bersamaan dengan penguatan sektor yang berorientasi pada keberlanjutan. Strategi ini menempatkan pembiayaan hijau dan inklusif sebagai bagian dari portofolio inti, bukan sekadar pelengkap.

IndikatorNilaiPeriode
Pembiayaan berkelanjutan BSIRp77,6 triliunHingga Mei 2026
Porsi terhadap portofolio pembiayaan23%Hingga Mei 2026
Total pembiayaan BSIRp335 triliunHingga bulan kelima 2026
Pertumbuhan total pembiayaan14,60% YoYHingga bulan kelima 2026

Portofolio berkelanjutan BSI tersebar di sejumlah bidang yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi hijau dan inklusif. Cakupannya meliputi pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati, serta penggunaan lahan berkelanjutan.

BSI juga menyalurkan dana ke produk yang lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan. Selain itu, pembiayaan bagi energi terbarukan serta kendaraan ramah lingkungan turut masuk dalam cakupan portofolio tersebut.

Dukungan untuk Transisi Energi

Pembiayaan pada kegiatan usaha yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon juga menjadi perhatian BSI. Arah ini membuka ruang bagi bank untuk memperluas pembiayaan ke sektor yang mendorong efisiensi sumber daya.

Penguatan portofolio berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan investasi pada kegiatan ekonomi yang lebih memperhatikan dampak lingkungan. Dalam konteks tersebut, pembiayaan hijau menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan pendanaan ke sektor berorientasi keberlanjutan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta menyatakan pembiayaan hijau kini menjadi instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor tersebut. Menurut dia, langkah ini selaras dengan strategi perseroan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG ke dalam bisnis.

Dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, Bob mengatakan BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis berkualitas melalui penguatan pembiayaan berkelanjutan. Langkah itu diarahkan untuk memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat.

“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” kata Bob pada Jumat, 17 Juli 2026. Pernyataan itu menegaskan bahwa keberlanjutan diposisikan sebagai bagian dari arah pertumbuhan jangka panjang BSI.

Prinsip Syariah dan ESG dalam Satu Arah

Pendekatan ESG yang dijalankan BSI dikaitkan dengan prinsip syariah dalam penyaluran pembiayaan. Fokusnya mencakup dukungan terhadap kegiatan ekonomi, lingkungan, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Di tengah dominasi segmen konsumer dan ritel dalam pertumbuhan pembiayaan, portofolio berkelanjutan memberi dimensi lain bagi ekspansi bisnis BSI. Penyaluran Rp77,6 triliun hingga Mei 2026 menjadi ukuran bahwa pembiayaan hijau telah memiliki porsi nyata dalam struktur pembiayaan perseroan.

Source: finansial.bisnis.com
Terkait