Prestasi pelajar SMP Islam Amalina, Tangerang Selatan, menarik perhatian di Kuala Lumpur setelah mereka meraih gelar juara pada ajang Education for Sustainable Development (ESD) Symposium. Yang membuat kemenangan ini menonjol, para siswa Indonesia masih duduk di kelas 7 dan mampu mengungguli peserta dari jenjang Sekolah Menengah Atas dari berbagai negara.
Penghargaan yang dibawa pulang adalah Best Innovative Project. Kepala Sekolah SMP Islam Amalina, Fendra Kusnuryadi, menyebut capaian itu sebagai bukti kerja keras, kreativitas, dan semangat inovasi para murid.
2 Tim, 2 Inovasi Ramah Lingkungan
SMP Islam Amalina mengirim dua tim untuk tampil di forum internasional yang mempertemukan siswa, guru, dan praktisi pendidikan dari banyak negara. Ajang ini menjadi ruang untuk mempresentasikan proyek yang mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Tim pertama membawa proyek Piezoelectric Shoes, yaitu pemanfaatan energi kinetik dari langkah kaki menjadi energi listrik ramah lingkungan. Tim ini beranggotakan Keanu Arka Alfabian, Azka Aqilla Handiyana, Kevan Abrar Virendra, dan Fathar Albar Nugroho.
Tim kedua mempresentasikan EcoSoap: Sustainable Soap from Used Cooking Oil. Proyek ini mengolah minyak jelantah menjadi sabun untuk membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah.
Diakui di Forum Internasional
ESD Symposium digawangi Green Growth Asia Foundation di Malaysia dan diikuti sekolah-sekolah negeri berbasis eco-school dari negara tuan rumah. Keikutsertaan SMP Islam Amalina ikut mencuri perhatian karena sekolah tersebut sudah memiliki reputasi di bidang lingkungan.
Sekolah ini tercatat menyandang penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan itu diberikan untuk sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah atau GPBLHS.
SMP Islam Amalina juga menjadi bagian dari UNESCO Associated Schools Network atau ASPnet. Jaringan ini menghubungkan sekolah-sekolah di berbagai negara untuk memajukan pendidikan berkualitas, pembangunan berkelanjutan, kewarganegaraan global, serta budaya damai dan saling pengertian.
Fendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah membawa nama baik sekolah dan Indonesia di tingkat internasional. Ia juga menegaskan rasa bangganya karena dua tim tersebut mampu tampil maksimal di tengah persaingan dengan peserta yang lebih senior dan berasal dari banyak negara.
Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa inovasi lingkungan tidak selalu datang dari peserta yang lebih tua. Dari Kuala Lumpur, dua proyek pelajar SMP tersebut justru mampu tampil menonjol dalam forum yang mempertemukan banyak gagasan untuk masa depan berkelanjutan.
Source: www.viva.co.id






