PDIP Bantah Nyinyir Usai Dipuji Prabowo, Tetap Kritis Mengawal Pemerintah

Pujian Presiden Prabowo Subianto kepada PDI Perjuangan langsung dibaca sebagai sinyal penting dalam relasi politik di parlemen. Namun PDIP memilih memberi jawaban yang tegas: partai berlambang banteng itu tidak nyinyir, melainkan tetap kritis dan menjalankan fungsi pengawasan tanpa kompromi.

Respons itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi PDIP, Aria Bima, yang menegaskan partainya kini memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Sikap tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar PDIP tetap menjadi kekuatan politik yang menjaga arah negara sesuai Pancasila dan konstitusi.

Mitra strategis, bukan sekadar oposisi

Aria menjelaskan bahwa istilah mitra strategis punya makna lebih luas daripada hanya berada di luar pemerintahan. Dalam pandangan PDIP, posisi itu menuntut tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mendorong tata kelola yang demokratis, adil, serta berpihak pada rakyat.

Ia menolak anggapan bahwa PDIP bersikap antipati terhadap pemerintah. Menurut dia, kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memastikan kebijakan tetap berjalan di jalur yang benar.

Aria juga menegaskan bahwa PDIP tidak akan asal berbeda hanya demi terlihat keras. Partai ini, kata dia, tetap mendukung kebijakan yang pro-rakyat, tetapi akan bersuara lantang ketika ada keputusan yang dinilai menyimpang dari kepentingan publik.

Kritik disebut sebagai bentuk penjagaan

Dalam penjelasannya, Aria menekankan bahwa kritik PDIP bersifat argumentatif dan disertai alternatif. Sikap seperti itu, menurut dia, dibutuhkan saat kebijakan bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, konstitusi, dan nilai-nilai Pancasila.

Ia menyebut kritik tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab politik. PDIP ingin memastikan pemerintah tetap berada di rel yang benar, terutama ketika menyangkut kepentingan “wong cilik”.

Aria juga menyatakan partainya tidak akan bersikap apriori terhadap pemerintah. PDIP, kata dia, juga tidak akan menyerang tanpa dasar hanya untuk memberi kesan sebagai oposisi yang keras.

Pujian Prabowo di rapat paripurna

Respons PDIP muncul setelah Prabowo menyampaikan apresiasi terbuka dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan. Dalam forum yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 itu, Prabowo menilai fungsi check and balances sangat penting bagi demokrasi Indonesia.

Prabowo mengatakan dirinya menghormati pilihan partai-partai yang berada di luar pemerintah. Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada PDIP dan menyebut partai itu berjasa bagi demokrasi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung kerasnya kritik dari kader PDIP yang kerap diarahkan kepadanya. Meski begitu, ia menilai kritik tersebut bisa menjadi pengingat penting bagi jalannya pemerintahan.

Relasi politik yang tetap dijaga

Di hadapan anggota dewan yang beberapa kali merespons dengan tawa, Prabowo juga bercerita tentang instruksi kepada para menteri agar tidak bersikap diskriminatif dalam urusan tender atau proyek pembangunan. Ia menegaskan latar belakang politik tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat proses yang sah.

Aria Bima menanggapi pujian itu dengan menegaskan bahwa PDIP tetap menempatkan diri sebagai kekuatan politik yang kritis namun konstruktif. Bagi dia, apresiasi Prabowo merupakan pengakuan atas pentingnya peran partai di luar pemerintahan dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

Menurut PDIP, posisi sebagai mitra strategis berarti memberi dukungan saat kebijakan dinilai tepat dan memberi peringatan saat pemerintah dinilai melenceng. Dengan cara itu, partai ini ingin menjaga ruang dialog politik tetap sehat tanpa kehilangan sikap tegas terhadap kepentingan rakyat dan konstitusi.

Source: www.suara.com

Terkait