Pasar Asia Mulai Dingin Lagi, Semua Mata Tertuju ke Keputusan BOJ

Pasar Asia bergerak lebih hati-hati setelah euforia atas kabar kesepakatan damai AS-Iran mulai mereda. Investor kini menunggu keputusan bank sentral, dengan Bank of Japan menjadi titik perhatian utama karena pasar memperkirakan kenaikan suku bunga.

Perubahan sentimen itu membuat reli singkat sebelumnya tidak berlanjut penuh. Pelaku pasar terlihat menahan diri sambil menilai apakah kabar geopolitik tersebut cukup kuat untuk bertahan lebih lama di tengah agenda kebijakan moneter yang padat.

Minyak dan saham ikut menunjukkan sikap menunggu

Harga minyak mencerminkan suasana yang lebih tenang, dengan Brent crude futures naik tipis 0,1 persen menjadi US$83,25 per barel. Sebelumnya, harga sempat terseret ke posisi terendah tiga bulan pada sesi semalam.

Di pasar saham, MSCI indeks saham Asia-Pasifik terluas di luar Jepang sempat menghapus kenaikan dan bergerak datar. Tekanan datang dari saham Hong Kong setelah data penjualan ritel dan investasi aset tetap China lebih lemah dari perkiraan.

Nikkei 225 Jepang turun 0,3 persen dan mundur dari rekor tertinggi. Pada saat yang sama, kontrak berjangka S&P 500 e-mini turun 0,1 persen, menandakan kehati-hatian juga terasa di pasar AS.

Kesepakatan awal antara Washington dan Tehran memang sempat memberi napas lega pada Senin. Namun, kabar itu juga menempatkan Washington pada jalur benturan dengan Israel, sehingga pasar belum sepenuhnya menganggapnya sebagai titik balik yang stabil.

Keputusan BOJ bisa mengubah arah perdagangan

Fokus utama investor sekarang bergeser ke rapat bank sentral besar, terutama Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi 31 tahun pada Selasa. Deputi Gubernur Shinichi Uchida akan memimpin konferensi pers setelah rapat, karena Gubernur Kazuo Ueda tidak hadir akibat perawatan medis.

Menurut analis Mitsubishi UFJ, tidak ada perubahan besar yang diperkirakan dalam penilaian bank terhadap kondisi saat ini. Mereka juga menilai penjelasan Uchida kemungkinan besar akan banyak mengacu pada pidato Ueda pada 3 Juni.

Rapat Reserve Bank of Australia berikutnya juga ikut masuk radar pasar. Jajak pendapat Reuters terhadap ekonom menunjukkan bank sentral Australia diperkirakan akan menghentikan siklus pengetatan untuk sementara.

Dolar, obligasi, emas, dan kripto bergerak terbatas

Pergerakan di pasar mata uang berlangsung tenang, dengan indeks dolar AS bertahan di 99,69 dan tetap berada dalam kisaran sempit selama tiga sesi terakhir. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun naik tipis 0,2 basis poin menjadi 4,469 persen.

Emas juga bergerak terbatas dan naik 0,1 persen ke US$4.311,12 per ons. Di pasar kripto, bitcoin turun 0,3 persen menjadi US$66.281,99, sementara ether melemah lebih dalam 1,3 persen ke US$1.791,39.

Nada pasar saat ini menunjukkan investor belum terburu-buru mengejar aset berisiko setelah reli sebelumnya. Arah berikutnya kemungkinan besar akan lebih banyak ditentukan oleh keputusan serta nada komunikasi bank sentral dalam beberapa sesi mendatang.

Source: www.thejakartapost.com

Terkait