Partai Buruh Tumbang Di Wales, Dominasi Seabad Berakhir Dalam Satu Pemilu

Partai Buruh di Wales mengalami kekalahan paling besar dalam sejarah politik modern wilayah itu. Untuk pertama kalinya sejak parlemen devolusi dibentuk pada 1999, partai tersebut kehilangan kekuasaan setelah Plaid Cymru meraih kursi terbanyak dalam pemilu lokal.

Hasil akhir pemungutan suara untuk 96 kursi menunjukkan perubahan yang tajam. Plaid Cymru merebut 43 kursi, Reform UK menyusul dengan 34 kursi, sementara Partai Buruh hanya mendapatkan sembilan kursi.

Dominasi yang runtuh

Kekalahan ini menandai berakhirnya dominasi panjang Partai Buruh di Wales. Selama lebih dari satu abad, partai itu menjadi kekuatan politik utama di wilayah tersebut dan identik dengan kepemimpinan di tingkat lokal maupun dalam struktur pemerintahan yang lebih luas.

Parlemen Wales sendiri lahir dari proses devolusi yang didorong pemerintahan Partai Buruh di bawah Tony Blair pada akhir 1990-an. Sejak saat itu, Wales memiliki kewenangan di bidang kesehatan, transportasi, dan kebijakan sosial, sedangkan urusan luar negeri dan pertahanan tetap berada di bawah London.

Morgan mundur setelah hasil buruk

Pemimpin Partai Buruh Wales, Eluned Morgan, ikut kehilangan kursinya dalam pemilu itu. Ia langsung mengumumkan pengunduran diri setelah hasil akhir diumumkan.

Morgan menyebut hasil tersebut sebagai hasil yang sangat buruk bagi Partai Buruh Wales. Ia juga mengatakan bahwa kekalahan ini mengakhiri satu abad kemenangan Partai Buruh di Wales dan menuntut evaluasi serius atas tantangan yang dihadapi partai.

Ia menilai pemerintahan Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Keir Starmer perlu mengubah arah kebijakan. Menurut Morgan, partai harus menyesuaikan diri agar bisa merespons perubahan sikap pemilih.

Plaid Cymru membaca sinyal perubahan

Dari kubu pemenang, pemimpin Plaid Cymru Rhun ap Iorwerth mengatakan hasil pemilu menunjukkan keinginan publik Wales untuk perubahan. Ia menyebut partainya siap mengambil langkah yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan Wales berikutnya.

Kemenangan Plaid Cymru bukan hanya menggeser Partai Buruh dari posisi dominan. Hasil itu juga menempatkan partai nasionalis tersebut sebagai peraih kursi terbanyak dalam pemilu lokal.

Di saat yang sama, performa kuat Reform UK menunjukkan adanya pergeseran suara yang ikut memengaruhi peta politik Wales. Persaingan kini tidak lagi didominasi satu partai seperti sebelumnya.

Tekanan baru bagi Partai Buruh

Kekalahan di Wales menambah tekanan bagi Partai Buruh, yang saat ini juga memimpin pemerintahan Inggris di London. Situasi ini memperlihatkan bahwa masalah partai tidak hanya muncul di tingkat nasional, tetapi juga di wilayah yang selama ini menjadi basis tradisional dukungannya.

Bagi Wales, hasil ini membuka fase baru dalam politik lokal. Dengan Plaid Cymru berada di posisi teratas dan Partai Buruh terdorong ke urutan ketiga, proses pembentukan pemerintahan Wales berikutnya diperkirakan mencerminkan perubahan besar dalam pilihan politik pemilih setempat.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button