Paris Blockchain Week 2026, Kapital Institusi Kini Menuntut MiCA Dan Infrastruktur Yang Matang

Di Paris Blockchain Week 2026, sinyal paling kuat bukan lagi soal persaingan lama antara keuangan tradisional dan perusahaan kripto. Yang lebih menonjol adalah tuntutan institusi terhadap kepastian hukum, infrastruktur yang patuh, dan pasar kripto yang cukup matang untuk menampung modal dalam skala besar.

Perubahan itu terlihat dari cara pelaku pasar membicarakan aset digital. Fokus bergeser ke transparansi, tata kelola, eksekusi, serta kemampuan sistem untuk memenuhi standar akuntabilitas yang biasa diminta institusi besar.

Institusi menilai struktur, bukan sekadar performa

Michael Ivanov, Chief Executive Director di Arcanum Foundation, mengatakan salah satu perubahan paling jelas di PBW adalah hilangnya dikotomi “kami versus mereka” antara keuangan tradisional dan firma kripto-native. Menurut dia, perubahan itu bersifat struktural dan bukan hanya pergeseran sentimen.

Ivanov menjelaskan bahwa minat institusional kini jauh lebih spesifik. Investor besar memperhatikan privasi, composability on-chain, dan kemampuan pasar untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas yang melekat pada institusi Eropa.

Transparansi dan audit jadi syarat dasar

Arcanum menilai akar ritel dari Arcanum Pulse tetap relevan bagi institusi. Ivanov menyebut disiplin verifikasi publik secara real-time sebagai fondasi penting, karena setiap transaksi tercatat dan tidak ada “black box” dalam prosesnya.

Ia juga menegaskan bahwa tim compliance institusional mencari jejak kinerja yang dapat diaudit dan struktur operasional yang jelas. Dalam kerangka itu, catatan perdagangan saja tidak cukup karena pihak yang menjalankan sistem juga harus lolos verifikasi.

Arcanum menyebut proses KYB penuh saat menjadi Official Broker di Bybit sebagai bagian dari pembuktian tersebut. Ivanov mengatakan validasi itu memperkuat kepercayaan karena yang diuji bukan hanya statistik trading, tetapi juga entitas di baliknya.

Volatilitas diperlakukan sebagai sinyal

Di tengah likuidasi pasar pada Oktober, Arcanum menyebut tidak ada klien yang kehilangan deposit. Ivanov mengatakan strategi mereka tidak memakai stop-loss, melainkan membaca volatilitas sebagai sinyal masuk dan melakukan pembelian terdiversifikasi saat harga turun.

Pendekatan itu menghasilkan pemulihan yang menguntungkan ketika pasar berbalik arah pada malam yang sama. Ivanov menyebut bulan tersebut ditutup dengan lebih dari 6% average return, dan hasil itu datang justru karena peristiwa likuidasi.

Ia menekankan bahwa manajemen risiko mereka ditanamkan di logika masuk dan ukuran posisi, bukan pada mekanisme keluar. Bagi Arcanum, sistem yang keluar saat tekanan meningkat justru mengunci kerugian.

MiCA memberi dasar yang lebih jelas

Dari sisi pembayaran dan konektivitas, Arthur Firstov, Chief Business Officer di Mercuryo, menilai MiCA memberi landasan hukum yang jauh lebih jelas bagi institusi. Menurut dia, regulasi itu menghapus ambiguitas yang sebelumnya menahan adopsi layanan token digital.

Firstov mengatakan MiCA juga membuka jalan bagi layanan token digital untuk masuk ke sistem pembayaran TradFi. Namun, ia menilai hambatan utama masih ada pada konektivitas yang patuh regulasi, karena titik sambungan antara TradFi dan DeFi menyimpan peluang pertumbuhan terbesar.

Bottleneck bergeser ke konektivitas

Mercuryo melihat masa depan adopsi tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang menghubungkan ekosistem. Firstov menilai layanan konektivitas yang sepenuhnya patuh tetap krusial, karena tanpa itu institusi sulit bergerak lebih jauh.

Pandangan itu sejalan dengan kebutuhan pasar yang makin menuntut alur masuk dan keluar dana yang aman, ringkas, dan mudah diaudit. Dalam konteks ini, Mercuryo menempatkan dirinya pada titik penghubung yang membantu memperkecil jarak antara sistem keuangan lama dan layanan aset digital.

Pasar makin aktif, tetapi belum sepenuhnya matang

Ivanov juga menilai algorithmic trading mulai menjadi standar di kripto. Meski begitu, kondisi yang membuatnya stabil masih dalam tahap pematangan, terutama karena kedalaman likuiditas di pasangan utama belum otomatis menyelesaikan isu lain.

Masalah yang masih menonjol mencakup pengaturan kustodian, transparansi pihak lawan, dan kepatuhan yang berbeda-beda di tiap yurisdiksi. Ia membandingkan kondisi itu dengan pasar tradisional yang telah memiliki rel infrastruktur selama puluhan tahun.

Fragmentasi regulasi ikut membentuk produk

Bagi Arcanum, fragmentasi regulasi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia bukan hanya isu kepatuhan. Ivanov menyebutnya sebagai masalah desain produk, karena struktur layanan harus dibangun agar sesuai dengan batas hukum yang berbeda-beda.

Karena itu, keputusan untuk beroperasi lewat Bybit dan membatasi akses pengguna di Amerika Serikat serta Uni Eropa disebut sebagai pilihan sadar. Ivanov menambahkan bahwa di Asia, khususnya Hong Kong, lingkungan regulasi justru sedang disusun untuk menarik modal institusional.

Retail dan small fund bertemu di titik infrastruktur

Firstov menjelaskan bahwa infrastruktur untuk retail dan small fund punya banyak titik temu. Keduanya sama-sama membutuhkan jalur on-ramp dan off-ramp yang andal, kustodian yang aman, pembayaran yang patuh regulasi, pelaporan yang jelas, dan pengalaman pengguna yang minim friksi.

Perbedaannya muncul saat kompleksitas naik. Retail cenderung membutuhkan kesederhanaan dan kecepatan, sementara small fund memerlukan persetujuan berlapis, auditabilitas, rekonsiliasi, dan pelaporan yang lebih rinci.

Melihat ke depan, Arcanum menilai produk yang relevan bukan hanya yang memecahkan satu masalah dengan baik. Yang akan lebih penting adalah produk yang mampu menjembatani infrastruktur trading, distribusi, dan aliran modal on-chain dalam skala yang bisa dipakai berbagai jenis peserta pasar.

Baca Juga

Back to top button