Pancasila Tak Lagi Sekadar Slogan Di Jateng, Dipaksa Hidup Lewat Kebijakan Nyata

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar Pancasila tidak berhenti sebagai slogan seremonial. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, nilai dasar negara itu diarahkan hadir dalam kebijakan dan gerakan nyata di daerah.

Pesan itu menguat saat peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Luthfi menegaskan bahwa Pancasila harus dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, nilai itu merupakan alat pemersatu bangsa yang perlu terus didengungkan dalam berbagai situasi.

Ia juga menempatkan Pancasila sebagai pegangan penting untuk menghadapi berbagai persoalan. Di Jawa Tengah, Pancasila diposisikan sebagai landasan berpikir bagi seluruh masyarakat.

Perekat di tengah keberagaman

Alasan penekanan itu terlihat dari kondisi sosial Jawa Tengah yang majemuk. Di provinsi ini hidup beragam suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial yang menuntut adanya pemersatu bersama.

Bagi Luthfi, perbedaan itu tidak boleh menjadi sumber jarak di tengah masyarakat. Semangat yang sama perlu menjaga persatuan agar keberagaman tetap menjadi kekuatan.

“Apapun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” ujarnya. Penegasan itu sekaligus menggambarkan arah kebijakan Pemprov Jawa Tengah yang ingin menghidupkan roh Pancasila lewat langkah-langkah konkret.

Dari kebijakan ke gerakan nyata

Dorongan agar Pancasila hadir dalam praktik sehari-hari menjadi inti dari pendekatan Pemprov Jawa Tengah. Pemerintah daerah tidak ingin nilai dasar negara itu hanya tampil dalam pidato, tetapi juga terasa dalam cara kerja kebijakan.

Dengan pendekatan tersebut, Pancasila diarahkan menjadi pedoman dalam merespons persoalan sosial dan menjaga kohesi masyarakat. Pemprov Jateng memandang nilai itu relevan untuk seluruh lapisan warga, bukan hanya sebagai simbol peringatan nasional.

Langkah itu juga selaras dengan pesan yang dibawa dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini. Tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia mempertegas bahwa persatuan di dalam negeri menjadi dasar penting untuk menjaga harmoni yang lebih luas.

Menjaga semangat persatuan

Di tengah keberagaman yang terus berkembang, Pemprov Jawa Tengah menempatkan Pancasila sebagai titik temu bersama. Pesan yang disampaikan Ahmad Luthfi menunjukkan bahwa persatuan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari komitmen untuk tetap berjalan dalam satu bingkai kebangsaan.

Karena itu, Pancasila didorong menjadi landasan yang hidup dalam kebijakan, gerakan, dan sikap sehari-hari. Pemerintah provinsi berharap nilai itu terus menjadi perekat yang menjaga Jawa Tengah tetap solid dalam keberagaman.

Source: radarsolo.jawapos.com
Exit mobile version