Pakai Dua Kaki Saat Mengemudi Matik, Pakar Ingatkan Risiko Tabrakan Beruntun

Kebiasaan mengemudi mobil matik dengan dua kaki kembali mendapat sorotan karena dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Praktik ini terjadi saat pedal gas dioperasikan dengan kaki kanan dan pedal rem ditekan dengan kaki kiri, padahal para pakar keselamatan menilai cara itu tidak dianjurkan untuk transmisi otomatis.

Masalah utamanya bukan sekadar soal kebiasaan, melainkan soal respons tubuh saat situasi mendadak. Banyak pengemudi yang sebelumnya terbiasa dengan mobil manual masih membawa refleks kaki kiri ke mobil matik, sehingga tekanan ke rem bisa menjadi terlalu kuat dan membuat mobil berhenti mendadak.

Mengapa satu kaki lebih disarankan

Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, menegaskan bahwa mobil matik sebaiknya dikendalikan hanya dengan kaki kanan. Ia menyebut kaki kiri tidak perlu disentuhkan ke pedal karena justru bisa memicu salah respons saat berkendara.

Marcell menjelaskan, “Cukup kaki kanan saja yang digunakan untuk menginjak pedal gas dan untuk mengerem.” Prinsip ini dinilai lebih aman karena pengemudi hanya mengandalkan satu kaki untuk dua kontrol utama yang membutuhkan ketepatan tinggi.

Dalam kondisi darurat, reflek kaki kiri yang terbiasa menginjak kopling bisa berubah menjadi tekanan keras pada pedal rem. Situasi semacam ini berpotensi membuat mobil berhenti mendadak tanpa perhitungan cukup, terutama saat lalu lintas sedang ramai.

Risiko di belakang kendaraan ikut membesar

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengingatkan bahwa pengereman mendadak akibat kebiasaan dua kaki bisa berbuntut pada tabrakan beruntun. Menurut dia, kendaraan di belakang sering tidak punya cukup waktu untuk mengantisipasi hard brake yang muncul tiba-tiba.

Sony menyebut, “Bahaya, risikonya adalah hard brake akibat tekanan pedal rem mendadak. Mobil belakang tidak sigap dan akhirnya tabrakan beruntun tidak terhindarkan.” Risiko itu menjadi lebih besar bila jarak antar kendaraan rapat, terutama di jalan tol atau kawasan padat.

Selain membahayakan kendaraan di belakang, pengereman agresif juga dapat mengganggu kestabilan mobil. Saat rem diinjak terlalu keras, bobot kendaraan bergeser mendadak dan kendali pengemudi ikut menurun.

Dampak pada komponen dan kenyamanan berkendara

Kebiasaan mengemudi dengan dua kaki juga tidak memberi keuntungan teknis yang berarti. Sony menilai pola ini justru bisa mempercepat keausan pada sistem pengereman dan menambah beban pada transmisi.

Dalam penggunaan harian, cara berkendara yang tidak alami dapat membuat komponen bekerja lebih berat dari semestinya. Akibatnya, kenyamanan berkendara menurun dan biaya perawatan jangka panjang bisa ikut bertambah.

Kebiasaan aman saat mengemudi mobil matik

Untuk menjaga keselamatan, pengemudi dianjurkan membiasakan beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Gunakan hanya kaki kanan untuk gas dan rem.
  2. Biarkan kaki kiri beristirahat agar tidak memicu refleks yang salah.
  3. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
  4. Hindari menahan mobil di posisi D sambil menekan rem terlalu lama saat berhenti.
  5. Latih pengereman agar tetap halus dan stabil.

Dengan cara itu, pengemudi dapat mengurangi risiko salah injak pedal sekaligus menjaga mobil tetap mudah dikendalikan. Teknik satu kaki juga membantu fokus tetap terjaga pada kondisi jalan, sehingga risiko pengereman mendadak bisa ditekan dalam penggunaan sehari-hari.

Terkait