
Mitsubishi Motors bersiap membangkitkan nama Pajero untuk pasar Jepang setelah tujuh tahun absen. SUV legendaris itu dijadwalkan diperkenalkan pada musim gugur tahun ini dan langsung mencuri perhatian karena statusnya sebagai salah satu nama paling dikenal dalam sejarah Mitsubishi.
Kembalinya Pajero datang di tengah pasar SUV yang terus berkembang dan makin kompetitif. Mitsubishi juga ingin memanfaatkan lagi daya tarik model ikonik yang sempat berhenti diproduksi di Jepang pada 2019, terutama setelah banyak penggemar meminta nama itu dihadirkan kembali.
Strategi baru di balik kebangkitan Pajero
CEO Mitsubishi Motors Takao Kato mengatakan perusahaan menyiapkan dua model Pajero yang lebih kecil. Langkah ini dirancang untuk memperluas pilihan dan menarik pembeli baru yang mencari SUV tangguh dalam beberapa ukuran berbeda.
Kato menyebut strategi tersebut diharapkan bisa menjangkau pelanggan baru yang berminat. Namun, Mitsubishi belum mengumumkan rincian peluncuran maupun harga untuk model yang akan dibawa kembali itu.
Diproduksi di Thailand, dijual untuk Jepang dan Thailand
Model baru Pajero akan diproduksi di Thailand. Mobil ini rencananya dijual di Thailand dan Jepang, sementara Mitsubishi juga mempertimbangkan penjualan ke negara lain.
Arah produksi itu menunjukkan Mitsubishi ingin memperluas lagi jajaran SUV lewat nama yang sudah punya reputasi kuat. Pajero selama ini identik dengan kendaraan berukuran relatif besar, tampilan tangguh, dan kemampuan melaju di berbagai medan.
Karakter itu membuat Pajero populer untuk keluarga, perjalanan jauh, dan kegiatan luar ruang. Dengan basis produksi di Thailand, Mitsubishi juga menempatkan model ini dalam strategi regional yang lebih fleksibel.
Nama besar yang punya sejarah panjang
Menurut Kyodo News, Pajero pertama kali diluncurkan pada 1982. Model ini ikut mendorong tren kendaraan rekreasi pada 1990-an dan tampil dalam empat generasi.
Dalam periode itu, Pajero terjual lebih dari 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah. Capaian tersebut menjadikannya bukan sekadar SUV lama yang kembali, tetapi juga simbol kuat bagi Mitsubishi.
Nama Pajero juga lekat dengan dunia reli setelah berjaya di Reli Dakar. Ajang balap ketahanan jarak jauh itu dikenal berat dan menuntut daya tahan kendaraan, sehingga reputasi Pajero ikut terbentuk dari sana.
Popularitas dan prestasi tersebut sempat menjadikan Pajero sebagai salah satu ikon Mitsubishi Motors. Namun, penjualannya kemudian menurun karena persaingan SUV makin ketat, hingga produksi di Jepang dihentikan pada 2019.
Nostalgia dan pasar SUV yang berubah
Kebangkitan Pajero kini dibaca sebagai langkah penting Mitsubishi untuk memanfaatkan nostalgia sekaligus menjawab perubahan pasar SUV. Nama lama itu kembali diposisikan sebagai andalan untuk memperkuat daya tarik Mitsubishi di segmen yang makin ramai.
Mitsubishi belum membuka detail peluncuran lebih jauh, tetapi arah pengembangannya sudah terlihat jelas. Pajero akan kembali hadir dengan basis produksi Thailand, pasar awal di Thailand dan Jepang, serta peluang ekspansi ke negara lain.
Source: voi.id




