
Aturan pajak mobil listrik kini tidak lagi memberi angka nol seperti sebelumnya, dan perubahan ini langsung berpengaruh pada perhitungan biaya kepemilikan SUV ringkas. Dalam perbandingan Jaecoo J5 EV dan Hyundai Creta, selisih pajaknya masih terlihat, tetapi jaraknya tidak selebar saat mobil listrik masih menikmati pembebasan penuh.
Kebijakan baru itu membuat pembeli perlu melihat ulang total biaya sejak awal. Jaecoo J5 EV tetap menawarkan beban yang lebih ringan dibanding SUV bensin sekelasnya, namun komponen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor kini kembali masuk dalam perhitungan.
Aturan baru mengubah skema pajak mobil listrik
Perubahan ini muncul setelah pemerintah mengubah aturan melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Mobil listrik tidak lagi otomatis bebas PKB dan BBNKB, sehingga beban pajaknya kembali mengikuti ketentuan daerah masing-masing.
Situasi tersebut membuat mobil listrik tetap menarik, tetapi tidak bisa lagi dipandang sebagai kendaraan tanpa pajak. Bagi konsumen, perbedaan kecil pada angka pajak bisa memengaruhi total biaya kepemilikan jangka panjang.
Jaecoo J5 EV masih lebih ringan di awal pembelian
Jaecoo J5 EV dipasarkan dengan harga Rp 279,9 juta. Dengan aturan baru, model ini berpotensi dikenai BBNKB sekitar 10–12 persen dari harga kendaraan, sehingga biaya balik namanya berada di kisaran Rp 28 juta hingga Rp 33 juta.
Biaya BBNKB ini hanya dibayar sekali saat pembelian. Setelah itu, pajak tahunannya diperkirakan berada di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per tahun, tergantung kebijakan daerah setempat.
Hyundai Creta tetap masuk skema pajak penuh
Berbeda dengan mobil listrik, Hyundai Creta sebagai SUV bensin sejak awal memang sudah menghadapi pajak penuh. PKB model ini berada di kisaran Rp 5.754.000 per tahun, sehingga beban rutin tahunannya lebih tinggi.
Saat pembelian, Creta juga dikenai BBNKB yang umumnya berada di kisaran 10–12 persen dari harga kendaraan. Artinya, dari sisi pajak awal, pos biayanya tetap sejalan dengan kendaraan konvensional lain dan tidak mendapat fasilitas pembebasan seperti mobil listrik sebelumnya.
Selisih pajak tahunan masih ada, tetapi makin kecil
Jika dibandingkan, Jaecoo J5 EV tetap lebih hemat dalam pajak tahunan daripada Hyundai Creta. Selisihnya berada di kisaran Rp 700.000 hingga Rp 2,7 juta per tahun, tergantung daerah dan kebijakan pajak yang berlaku.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa mobil listrik masih memiliki keunggulan biaya, meski tidak lagi sebesar ketika pajaknya benar-benar nol. Bagi calon pembeli, angka tersebut penting karena total kepemilikan kini harus memasukkan beban pajak yang sebelumnya sempat dihapus.
Apa arti perubahan ini bagi konsumen
Perubahan aturan membuat kalkulasi pembelian SUV listrik dan SUV bensin harus dilakukan lebih hati-hati. Mobil listrik tetap punya daya tarik dari sisi beban pajak yang lebih ringan, tetapi pembeli tidak lagi bisa berasumsi bahwa seluruh komponen pajaknya hilang.
Dalam kasus Jaecoo J5 EV dan Hyundai Creta, perbedaannya kini lebih terlihat pada besaran biaya tahunan dan beban awal saat membeli. Jaecoo J5 EV masih lebih hemat, sedangkan Hyundai Creta tetap berada pada pola pajak kendaraan bensin dengan PKB yang lebih tinggi dan skema pembelian yang sudah penuh sejak awal.
Source: otomotif.kompas.com




