Isuzu Karawang Plant telah menembus produksi kumulatif 300 ribu unit kendaraan. Pencapaian ini menegaskan peran fasilitas di Karawang, Jawa Barat, sebagai salah satu tumpuan manufaktur kendaraan komersial Isuzu.
Di antara sejumlah model yang dirakit, Isuzu Traga menjadi penyumbang volume produksi terbesar dari pabrik tersebut. Kendaraan niaga ringan itu diproduksi bersama Isuzu ELF dan Isuzu GIGA untuk pasar domestik sekaligus kebutuhan ekspor.
Pabrik Karawang mulai beroperasi pada 2015 dan kini menjadi bagian dari jaringan produksi global Isuzu. Selain memenuhi permintaan di Indonesia, fasilitas ini juga menjalankan peran sebagai basis pengiriman kendaraan komersial ke luar negeri.
Traga Memiliki Kandungan Lokal Tertinggi
Isuzu menyoroti penggunaan komponen dalam negeri sebagai salah satu unsur penting dalam perkembangan pabrik Karawang. Dari tiga model utama yang diproduksi, Traga memiliki tingkat kandungan komponen dalam negeri tertinggi.
| Model | Tingkat Komponen Dalam Negeri | Keterangan Produksi |
|---|---|---|
| Isuzu Traga | 46,45 persen | Volume produksi terbesar |
| Isuzu ELF | 33,04 persen | Diproduksi di Karawang |
| Isuzu GIGA | 38,07 persen | Diproduksi di Karawang |
Tingkat kandungan lokal Traga mencapai 46,45 persen, melampaui ELF yang berada di 33,04 persen dan GIGA sebesar 38,07 persen. Keterlibatan komponen lokal ini turut menghubungkan pabrik dengan aktivitas vendor dalam rantai pasok industri otomotif nasional.
Isuzu Karawang Plant saat ini mempekerjakan 884 karyawan. Angka tersebut belum mencakup tenaga kerja yang terlibat melalui vendor-vendor lokal pendukung produksi.
Bukan Hanya untuk Pasar Indonesia
Sejak 2019, pabrik Karawang juga menjalankan fungsi sebagai basis ekspor kendaraan komersial. Hingga kini, kendaraan yang diproduksi dari fasilitas tersebut telah dikirim ke 25 negara.
Beberapa negara tujuan ekspor yang disebutkan Isuzu antara lain Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama. Jangkauan ini menunjukkan bahwa produksi dari Karawang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di dalam negeri.
Presiden IAMI Masayasu Hideshima menyebut pencapaian 300 ribu unit sebagai tonggak penting dalam perjalanan Isuzu di Indonesia. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja perusahaan bersama mitra bisnis selama pabrik beroperasi.
“Pencapaian produksi 300.000 unit di Isuzu Karawang Plant merupakan tonggak penting dalam perjalanan Isuzu di Indonesia,” kata Hideshima di Karawang. Ia menilai fasilitas tersebut telah berkembang menjadi pabrik berstandar global dalam jaringan produksi Isuzu dunia.
Turut Merakit Produk UD Trucks
Peran fasilitas Karawang juga tidak terbatas pada kendaraan bermerek Isuzu. Pabrik ini turut memproduksi UD Quester dan UD Kuzer dari UD Trucks untuk memenuhi pasar dalam negeri.
Kombinasi produksi Traga, ELF, GIGA, serta model UD Trucks membuat pabrik Karawang melayani kebutuhan kendaraan komersial di beberapa segmen. Fasilitas ini menopang distribusi untuk pasar domestik, ekspor, dan produk UD Trucks di Indonesia.
Isuzu menyatakan akan terus meningkatkan kualitas produk serta memperkuat daya saing manufaktur nasional. Perusahaan juga menargetkan kontribusi ekspor yang lebih besar dari kendaraan komersial yang diproduksi di Karawang.
Dengan Traga sebagai model bervolume terbesar, pabrik Karawang tetap memegang posisi penting dalam strategi produksi Isuzu di Indonesia. Pencapaian 300 ribu unit menjadi penanda perjalanan fasilitas tersebut sejak mulai beroperasi pada 2015.
