Operator Teleprompter Trump Diduga Raup Rp 1,7 M, Taruhan Pidato Disorot

Dugaan taruhan atas isi pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyorot risiko penggunaan informasi internal untuk keuntungan pribadi. Seorang operator teleprompter diduga meraup lebih dari US$ 100.000, atau sekitar Rp 1,7 miliar, sebelum materi pidato diketahui publik.

Kasus ini menjadi sensitif karena taruhan tidak berkaitan dengan hasil pemilu atau kebijakan yang telah diumumkan, melainkan kata dan frasa yang akan diucapkan presiden. Akses ke naskah pidato membuat informasi tersebut berpotensi bernilai finansial di pasar prediksi.

Diduga Memakai Akses Naskah Pidato

Menurut ABC News, orang yang diduga terlibat adalah Gabriel Perez, operator teleprompter yang bekerja untuk Trump sejak 2016. Perez disebut memasang taruhan melalui platform pasar prediksi Kalshi berdasarkan pengetahuannya mengenai naskah pidato.

Pasar yang dipertaruhkan mencakup kemungkinan Trump menyebut kata atau frasa tertentu saat tampil di depan publik. Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan taruhan tersebut adalah pidato kenegaraan Trump pada awal 2026.

Model pasar seperti ini memungkinkan pengguna mengambil posisi atas kemungkinan suatu peristiwa terjadi. Dalam perkara yang mencuat ini, inti persoalannya adalah dugaan pemanfaatan materi pidato yang belum disampaikan secara terbuka.

PihakPeran atau Keterangan
Gabriel PerezOperator teleprompter Trump yang diduga memasang taruhan terkait isi pidato.
KalshiPlatform pasar prediksi yang menandai transaksi mencurigakan dan merujuknya ke regulator.
CFTCRegulator federal AS yang berwenang mengawasi aktivitas pasar prediksi terkait kasus tersebut.

Gedung Putih Menyebut Insiden Memalukan

Operator teleprompter tersebut dilaporkan sedang menjalani cuti tanpa gaji setelah dugaan itu mencuat. Gedung Putih menyatakan Trump telah mengetahui insiden yang dinilai sangat disayangkan dan memalukan tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan adanya aturan internal untuk mencegah persoalan serupa. “Gedung Putih memiliki pedoman etika yang sangat ketat terkait masalah seperti ini,” kata Leavitt kepada wartawan.

Aturan etika menjadi penting karena materi pidato presiden dapat menyentuh isu yang luas, mulai dari keamanan hingga sektor keuangan. Pilihan kata dalam pidato juga dapat menjadi objek taruhan ketika platform menyediakan kontrak prediksi yang spesifik.

Belum ada penjelasan rinci mengenai jumlah transaksi yang diduga dilakukan ataupun rincian keuntungan dari setiap taruhan. Nilai keuntungan yang dilaporkan melampaui US$ 100.000 disebut berasal dari beberapa taruhan yang terkait dengan pidato Trump.

Kalshi Merujuk Transaksi ke CFTC

Kalshi menyatakan telah menyerahkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat atau CFTC. Regulator federal itu memiliki kewenangan dalam pengawasan aktivitas pasar prediksi yang menjadi perhatian dalam kasus ini.

Robert Denault, Kepala Penegakan Hukum Kalshi, mengatakan tim pengawasan perusahaan segera mendeteksi transaksi yang dianggap mencurigakan. Namun, ia tidak mengungkap identitas pengguna yang dirujuk kepada regulator.

Melalui akun X resminya, Denault mengatakan, “Tim pengawasan Kalshi segera menandai, menyelidiki, dan merujuk transaksi ini kepada CFTC.” Ia juga menyatakan Kalshi membantu regulator serta menyerahkan seluruh bukti yang telah dikumpulkan.

Langkah itu menunjukkan bahwa pengawasan transaksi tidak hanya berfokus pada hasil taruhan, tetapi juga pada asal informasi yang digunakan pengguna. Informasi yang diperoleh melalui pekerjaan atau akses internal dapat menimbulkan konflik kepentingan bagi penyelenggara pasar prediksi.

Larangan Informasi dari Akses Internal

Kalshi baru-baru ini mewajibkan pengguna mengungkap tempat mereka bekerja sebagai bagian dari upaya pemantauan konflik kepentingan. Platform itu juga melarang taruhan yang dibuat berdasarkan informasi dari pekerjaan atau akses internal.

Dalam dugaan kasus Perez, akses terhadap bahan pidato sebelum disampaikan kepada publik menjadi aspek paling krusial. Materi tersebut dinilai dapat memberi keuntungan bagi pihak yang mengetahui isi naskah lebih awal dibandingkan pengguna lain.

Hingga kini, Kalshi menyatakan fokusnya adalah bekerja sama dengan CFTC setelah menemukan aktivitas yang mencurigakan. Perkara ini menempatkan standar etika staf kepresidenan dan pengawasan pasar prediksi dalam perhatian publik.

Source: www.beritasatu.com
Terkait