OpenAI membalas tuduhan Apple dengan tegas setelah digugat di Amerika Serikat atas dugaan pencurian rahasia dagang. Perusahaan itu menyatakan tidak mengetahui adanya bukti yang membuat gugatan tersebut punya dasar kuat.
Sikap itu menjadi tanggapan pertama OpenAI yang langsung menyentuh isi gugatan. Sebelumnya, perusahaan hanya mengatakan tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang milik pihak lain.
Apple menuding ada pola terkoordinasi
Gugatan Apple diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California pada Jumat (11/7/2026) waktu setempat. Dalam dokumen setebal 41 halaman itu, Apple menuduh sejumlah mantan karyawannya yang kini bergabung dengan OpenAI melakukan upaya terkoordinasi untuk memperoleh informasi rahasia dan kekayaan intelektual milik perusahaan.
Apple juga menuding keterlibatan jajaran pimpinan OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan. Sebelum bergabung dengan OpenAI, Tang Tan bekerja selama 24 tahun di Apple dan terakhir menjabat sebagai Vice President of Product Design yang bertanggung jawab atas pengembangan iPhone dan Apple Watch.
| Nama | Tuduhan Apple | Latar Belakang |
|---|---|---|
| Tang Tan | Diduga memakai nama kode proyek internal Apple, meminta kandidat membawa komponen perangkat keras Apple, dan memberi arahan untuk menghindari prosedur keamanan | Eks Vice President of Product Design Apple |
| Chang Liu | Diduga tidak mengembalikan laptop Apple, mengunduh dokumen teknis rahasia, dan membagikan informasi itu ke karyawan lain | Mantan insinyur Apple yang bergabung dengan OpenAI pada 2026 |
Selain Tang Tan, Apple menyoroti mantan insinyurnya, Chang Liu. Apple menuduh Liu tidak mengembalikan laptop perusahaan setelah bergabung dengan OpenAI pada 2026 dan menggunakan perangkat tersebut untuk mengunduh berbagai dokumen teknis rahasia.
Menurut Apple, dokumen itu berisi informasi tentang teknologi, fitur, dan produk Apple yang belum diumumkan ke publik. Apple juga mengatakan Liu membagikan informasi rahasia tersebut kepada sejumlah karyawan Apple lain yang sedang melamar pekerjaan di OpenAI.
Investigasi internal dan surat ke OpenAI
Dalam gugatannya, Apple menyebut investigasi internal menemukan indikasi bahwa OpenAI dan mitranya memanfaatkan informasi rahasia Apple dalam pengembangan produk perangkat keras. Salah satu contoh yang disebut adalah penggunaan teknik penyelesaian akhir atau metal finishing, yang diklaim sebagai teknologi eksklusif Apple.
Apple mengatakan telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari 2026 untuk menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan tersebut, tetapi tidak menerima tanggapan. Perusahaan juga menyebut dugaan pelanggaran yang ditemukan kemungkinan hanya sebagian kecil dari praktik yang sebenarnya terjadi.
“Apple tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup di OpenAI, tempat perilaku semacam ini dinormalisasi dan dicontohkan oleh jajaran pimpinannya,” tulis Apple dalam gugatan itu.
Apple menambahkan bahwa bisnis perangkat keras OpenAI yang masih dalam tahap awal kini berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh karena bergantung secara melanggar hukum pada rahasia dagang yang disalahgunakan.
Di tengah ekspansi perangkat keras OpenAI
Gugatan ini muncul saat OpenAI mengembangkan perangkat keras pertamanya. Berbagai laporan sebelumnya menyebut perusahaan tengah menyiapkan perangkat AI yang akan menjadi bagian dari strategi ekspansinya di sektor perangkat konsumen.
Perangkat tersebut dikabarkan memiliki elemen mekanis yang dapat bergerak dan dikembangkan dengan melibatkan sejumlah mantan insinyur Apple yang sebelumnya mengerjakan iPhone dan Mac. Sorotan terhadap rencana itu menguat setelah OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras io milik mantan kepala desainer Apple, Jony Ive, dalam transaksi senilai US$6,5 miliar.
Akusisi itu memicu spekulasi bahwa OpenAI tengah menyiapkan produk yang berpotensi bersaing langsung dengan lini perangkat keras Apple. Meski begitu, Jony Ive tidak termasuk pihak yang digugat dalam perkara tersebut.
Dalam respons terbarunya, OpenAI menegaskan dukungan pada persaingan yang sehat dan kebebasan orang untuk bekerja di mana pun mereka memilih. Perusahaan itu juga menyebut tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di seluruh dunia.
Source: teknologi.bisnis.com






