Honda Super-One EV muncul sebagai calon menarik di kelas mobil listrik kecil karena menawarkan karakter yang tidak biasa. Jika benar tampil di GIIAS 2026, model ini bisa menjadi EV kedua Honda di Indonesia setelah Honda e:N1.
Alih-alih hanya mengejar efisiensi, Super-One membawa pendekatan yang lebih emosional lewat DNA Honda City Turbo II era 1980-an. Honda tampaknya ingin membuat mobil listrik mungil ini tetap terasa fun to drive, bukan sekadar alat mobilitas perkotaan.
Desain Kompak yang Dibuat Lebih Agresif
Basis Super-One berasal dari kei car listrik Honda N-One e:, tetapi Honda memberi pengembangan khusus agar tampil lebih berotot. Bodinya dibuat lebih lebar dengan fender widebody, lalu dipadukan dengan pelek sporty dan ban performa tinggi Yokohama Advan Fleva.
Dengan panjang kurang dari 3,6 meter, mobil ini jelas ditujukan untuk kebutuhan kota modern. Ukuran ringkasnya membantu manuver di jalan sempit, parkiran terbatas, dan kondisi lalu lintas padat.
Boost Mode dan Sensasi Berkendara yang Tidak Biasa
Salah satu fitur paling menarik dari Honda Super-One adalah Boost Mode. Dalam kondisi normal, motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 63 PS, lalu naik hingga 95 PS saat mode itu diaktifkan.
Honda juga menambahkan Active Sound Control untuk menghadirkan simulasi suara mesin dan perpindahan gigi seperti mobil bensin berperforma tinggi. Bahkan, ada simulasi transmisi 7-speed agar pengalaman berkendara terasa lebih dekat ke mobil konvensional.
Selain itu, tersedia Single Pedal Control yang memudahkan pengemudi mengatur akselerasi dan perlambatan hanya lewat pedal gas. Fitur ini membuat Super-One tetap modern, tetapi tetap membawa unsur seru di balik kemudi.
| Spesifikasi Utama | Honda Super-One |
|---|---|
| Tenaga normal | 63 PS |
| Tenaga Boost Mode | 95 PS |
| Kapasitas baterai | 29,6 kWh |
| Jarak tempuh WLTC | 295 km |
| Bobot | 1.090 kg |
Honda Super-One memakai baterai NMC berkapasitas 29,6 kWh. Dengan kapasitas itu, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 295 km berdasarkan pengujian WLTC.
Bobotnya juga tergolong ringan, sekitar 1.090 kg. Kombinasi bobot rendah dan ukuran yang ringkas membantu mobil ini tetap efisien sekaligus lincah di jalanan kota.
Untuk pengisian daya, Super-One sudah mendukung DC fast charging CCS2 dengan daya maksimal 50 kW. Honda tampaknya tidak mengejar baterai besar, melainkan menjaga filosofi “Man Maximum, Machine Minimum” agar ruang dan pengalaman berkendara tetap optimal.
Fitur Lengkap untuk Mobil Kecil
Meski dimensinya mungil, perlengkapannya tidak sederhana. Super-One dibekali 6 airbag, Honda Sensing, Adaptive Cruise Control, head unit layar 9 inci dengan Google Built-in, Honda Connect, dan audio premium Bose 8 speaker dengan subwoofer.
Fitur keselamatan dan hiburan itu membuat mobil ini terasa lebih matang untuk kelasnya. Kehadiran sistem audio Bose juga menarik karena bisa berjalan bersama simulated engine sound, sehingga pengalaman kabin menjadi lebih khas.
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Keselamatan | 6 airbag, Honda Sensing, Adaptive Cruise Control |
| Infotainment | Head unit 9 inci dengan Google Built-in |
| Konektivitas | Honda Connect |
| Audio | Bose 8 speaker dengan subwoofer |
| Pengalaman berkendara | Active Sound Control, simulated engine sound, simulasi transmisi 7-speed |
Di Jepang, Honda Super-One juga menunjukkan sambutan yang kuat. Dalam waktu kurang dari sebulan sejak mulai dijual, pemesanannya dilaporkan menembus lebih dari 8.500 unit hingga akhir Mei 2026.
Angka itu hampir menyamai target penjualan tahunan Honda yang berada di kisaran 10.000 unit. Jika benar dibawa ke Indonesia, Super-One bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari EV kompak, praktis, tetapi tetap punya karakter khas Honda.
Kombinasi desain kecil, tampilan sporty, fitur lengkap, dan mode berkendara yang unik membuat Honda Super-One punya modal kuat untuk mencuri perhatian di GIIAS 2026. Bila Honda benar-benar membawanya ke Indonesia, mobil ini berpotensi mengubah cara banyak orang memandang EV mungil di balik kemudi.







