One UI 8.5 membawa perubahan yang langsung terasa di Galaxy S26 Ultra sejak ponsel pertama kali dipakai. Samsung tidak hanya merapikan tampilan, tetapi juga memperluas peran Galaxy AI ke aktivitas harian yang lebih sering disentuh pengguna.
Efeknya terlihat dari panel cepat yang lebih fleksibel, navigasi yang lebih halus, sampai alat AI yang kini masuk ke foto, notifikasi, audio, dan ringkasan agenda pagi. Bagi pengguna, perubahan itu tidak berhenti di kosmetik karena banyak fitur baru muncul tepat di titik-titik yang paling sering dipakai.
Quick Panel dibuat lebih bebas diatur
Pembaruan paling cepat terasa ada di Quick Panel. Samsung mengubah tata letak, perilaku, dan opsi kustomisasi panel ini secara menyeluruh.
Ukuran tombol cepat kini tidak lagi terkunci dalam grid tetap. Pengguna bisa mengubah ukuran kontrol, menyusun ulang tombol, menghapus yang tidak dipakai, lalu menambahkannya kembali dari daftar kontrol yang tersedia.
Samsung juga menambahkan toggle Privacy Display di area ini. Fitur tersebut membuat isi layar hanya terlihat oleh pemilik perangkat.
Antarmuka dibuat lebih bersih dan lebih enak dipakai satu tangan
Penyegaran visual One UI 8.5 ikut mengubah rasa penggunaan sehari-hari. Menu pengaturan kini tampil lebih rapi dengan subjudul yang lebih sedikit dan susunan yang lebih bersih.
Bilah pencarian dipindahkan ke bagian bawah layar agar lebih mudah dijangkau dengan satu tangan. Saat pengguna menggulir menu, transisinya juga terasa lebih lembut karena efek blur di tepi atas dan bawah menggantikan batas potong yang sebelumnya lebih tajam.
Ikon aplikasi ikut diperbarui dengan warna yang lebih hidup dan efek kedalaman yang lebih kuat. Di dalam aplikasi seperti Gallery, Phone, dan My Files, menu melayang kini tampil di atas konten, bukan lagi menempel pada bilah keras di bagian bawah.
Galaxy AI makin dekat ke kebiasaan harian
Samsung memperluas Galaxy AI ke momen yang lebih praktis lewat Now Brief. Ringkasan harian ini muncul setiap pagi di Galaxy S26 Ultra dan mengumpulkan informasi dari berbagai aplikasi.
Now Brief tidak hanya menampilkan agenda yang dimasukkan pengguna sendiri. Fitur ini bisa merangkum acara kalender, waktu rapat, reservasi, cuaca, dan detail lain dalam satu tampilan.
Di One UI 8.5, Now Brief juga dapat menampilkan informasi yang muncul lewat pesan, termasuk waktu reservasi yang disebut di dalam chat. Samsung menyebut fitur ini akan mempelajari kebiasaan pengguna dari waktu ke waktu agar isi yang tampil makin relevan.
Notifikasi juga ikut mendapat sentuhan AI lewat Notification Highlights. Fitur ini merangkum notifikasi chat yang panjang atau ramai menjadi versi yang lebih singkat.
Selain itu, Notification Highlights mempelajari notifikasi mana yang paling sering dibuka lalu menaruh yang paling relevan di bagian atas panel notifikasi. Fitur ini bisa diaktifkan melalui Settings > Galaxy AI > Notification Highlights dan membutuhkan beberapa hari penggunaan normal agar prioritasnya lebih akurat.
Photo Assist, Creative Studio, dan edit visual jadi lebih luas
Photo Assist mendapat salah satu pembaruan terbesar. Samsung menambahkan tab Create yang memungkinkan pengguna mendeskripsikan perubahan foto lewat perintah suara dan teks.
Jika sebelumnya perubahan lebih bergantung pada sketsa di atas gambar, kini pengguna bisa mengetik instruksi untuk mengganti warna, menukar objek, atau menambahkan elemen baru ke dalam foto. Photo Assist juga menyimpan riwayat edit agar pengguna bisa mundur ke tahap sebelumnya saat ingin mencoba hasil lain.
Fitur Style diperluas agar tidak lagi terbatas pada wajah dan orang. Kini alat tersebut bisa dipakai pada foto apa pun untuk mengubah gaya gambar menjadi pop art, komik, cat air, atau kartun 3D.
Samsung juga menambahkan toggle pemrosesan di perangkat untuk penghapusan objek. Dengan opsi ini, proses dapat dijalankan sepenuhnya di Galaxy S26 Ultra tanpa mengirim data ke cloud.
Selain mengedit foto yang sudah ada, Samsung memperkenalkan Creative Studio. Aplikasi Galaxy AI baru ini dapat membuat visual dari nol berdasarkan prompt teks.
Creative Studio bisa dipakai untuk membuat wallpaper, stiker, kartu ucapan, kartu profil, dan kartu undangan. Aplikasi ini juga dapat memakai foto yang sudah ada sebagai inspirasi untuk hasil visual baru, lalu hasilnya bisa langsung dimasukkan ke Samsung Notes.
Audio Eraser dan Quick Share ikut meluas
Audio Eraser kini bekerja lebih jauh dari sekadar video yang direkam sendiri. Fitur ini bisa dipakai secara real-time saat menonton video di aplikasi pihak ketiga yang didukung seperti YouTube, Netflix, dan Instagram.
Samsung menyebut Audio Eraser dapat mendeteksi dan mengurangi enam jenis suara, yaitu voices, music, wind, nature, crowd, dan noise. Pengguna bisa membukanya lewat Quick Panel untuk memunculkan slider pengurang bising dan tombol Voice Focus yang membantu menonjolkan dialog.
Quick Share juga mendapat perluasan penting di One UI 8.5. Dengan mengaktifkan toggle Share with Apple devices di pengaturan Quick Share, Galaxy S26 Ultra bisa mengirim dan menerima file dari perangkat Apple di sekitar tanpa aplikasi pihak ketiga atau layanan cloud.
Perangkat Apple terdekat akan muncul di lembar berbagi bersama perangkat Galaxy lainnya. Sebaliknya, Galaxy S26 Ultra juga akan tampil sebagai target berbagi di perangkat Apple, sehingga perpindahan file lintas ekosistem menjadi lebih praktis.
Secara keseluruhan, One UI 8.5 membuat Galaxy S26 Ultra terasa lebih fleksibel sejak swipe pertama. Samsung mengarah ke dua hal sekaligus, yaitu antarmuka yang lebih mudah disesuaikan dan Galaxy AI yang makin masuk ke pekerjaan kecil yang dilakukan setiap hari.
