Omoway Omo-X datang dengan bekal yang tidak biasa untuk pasar motor listrik Indonesia. Model ini bukan hanya menawarkan jarak tempuh dan harga yang agresif, tetapi juga fitur Self-Balancing yang membuatnya bisa berdiri sendiri saat berhenti maupun melaju pelan.
Di saat banyak motor listrik masih bermain di area efisiensi dan biaya operasional, Omo-X mencoba naik kelas lewat pendekatan teknologi. Omoway bahkan memproyeksikan pesanan model ini bisa menembus lebih dari 10 ribu unit dalam waktu dekat, setelah sambutan awal di Indonesia bergerak positif.
Indonesia Jadi Pasar Pertama
Indonesia menjadi negara pertama yang mendapat kesempatan memiliki Omo-X. Pengiriman kloter pertama sudah dilakukan kepada 100 konsumen di Tanah Air setelah peluncuran resminya pada 15 Juni 2026 di BSD City.
Yulong Chen, General Manager Omoway Indonesia, menyebut minat terhadap Omo-X terus meningkat sejak diperkenalkan. Menurut dia, permintaan sudah melampaui ekspektasi perusahaan dan akumulasi pesanan diproyeksikan melewati 10 ribu unit pada pekan depan.
Posisi Omo-X Sebagai Motor Listrik Era 3.0
Omoway menyebut Omo-X sebagai motor listrik era 3.0. Istilah itu dipakai untuk menggambarkan perpaduan antara teknologi mekanis canggih dan ekosistem digital yang dirancang lebih adaptif untuk penggunaan harian.
Dari sisi rancangan, Omo-X mengambil inspirasi dari konstruksi mobil modern. Motor ini memakai sasis berpaten dengan suspensi depan double-wishbone dan arsitektur rear linkage untuk membantu stabilitas saat pengereman keras serta menjaga handling tetap baik.
Layar Besar, Kunci Digital, Dan Kendali Jarak Jauh
Di bagian kokpit, Omo-X dibekali Smart Interactive Display 10,25 inci sebagai pusat konektivitas. Fitur lain yang disematkan mencakup kunci digital, standar samping otomatis, dan sistem kendali jarak jauh.
Untuk kebutuhan mobilitas, Omo-X hadir dengan dua opsi baterai. Varian 5,4 kWh diklaim mampu menempuh 160 km, sedangkan versi 7,6 kWh disebut punya jarak jelajah hingga 210 km.
Penggeraknya memakai motor Sided Mounted 3-in-1 dengan tenaga 13 kW atau 17,4 hp dan torsi puncak 320 Nm. Dengan spesifikasi itu, Omo-X diklaim bisa melaju 0-50 km/jam dalam 3,3 detik dan mencapai kecepatan maksimum 113 km/jam.
Self-Balancing Jadi Pembeda Utama
Fitur yang paling menonjol dari Omo-X adalah Self-Balancing. Teknologi ini belum dimiliki para rival di pasar Indonesia dan memungkinkan motor menjaga keseimbangan secara otomatis saat berhenti maupun bergerak pelan.
Dengan kemampuan itu, Omo-X bisa berdiri tegak tanpa komponen standar samping atau tengah. Omoway menyebut fitur ini membantu menekan potensi jatuh dan berguna saat berkendara di tengah kemacetan.
Self-Balancing hadir berkat arsitektur Omo-Robot buatan Omoway sendiri. Sistemnya mengintegrasikan stabilisasi giroskopik yang terinspirasi dari teknologi industri dirgantara.
Harga Dan Layanan Purna Jual
Omo-X dipasarkan dalam empat varian. Varian Smart dibanderol Rp46,9 juta, Smart Long-Range Rp51,9 juta, Balance Rp63,9 juta, dan Balance Pilot Rp76,9 juta, semuanya dengan status OTR Jabodetabek.
Omoway juga menyiapkan subsidi mandiri untuk pembelian hingga 31 Juli 2026. Program tersebut mencakup potongan harga Rp5 juta dan subsidi registrasi Rp2 juta, sehingga varian Smart bisa didapat dengan harga Rp39,9 juta OTR.
Untuk purna jual, perusahaan menyebut sudah memiliki jaringan penjualan dan perawatan di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali. Omoway juga memberikan garansi komponen baterai selama 7 tahun, garansi motor penggerak 6 tahun, serta gratis biaya jasa perawatan berkala selama 3 tahun.
Omo-X hadir dalam pilihan warna Aurora Green, Morning Sun Gold, Liquid Silver, Turquoise Green, Lunar White, dan Meteorite Gray. Dengan kombinasi fitur canggih, jarak tempuh yang panjang, dan harga yang relatif agresif, Omoway tampak serius menjadikan Omo-X sebagai pembuka jalan di pasar motor listrik cerdas.
Source: www.oto.com






