Oli mesin yang cepat berkurang bukan sekadar masalah rutin servis. Kondisi itu bisa menjadi tanda ada gangguan serius di dalam mesin, terutama saat pelumas ikut masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama campuran bahan bakar.
Jika dibiarkan, penurunan volume oli dapat merusak kemampuan mesin dalam melumasi dan mendinginkan komponen internal. Dalam jangka panjang, gesekan antarkomponen bisa makin berat dan berisiko memicu kerusakan yang lebih besar.
Ring piston aus membuka jalan bagi oli masuk ke ruang bakar
Salah satu penyebab utama yang perlu diwaspadai adalah keausan pada ring piston. Bachtiar, Kepala Bengkel Auto2000 Kalimalang, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa oli mesin dapat ikut masuk ke ruang bakar saat komponen tersebut sudah aus.
Ketika itu terjadi, oli ikut terbakar bersama bahan bakar sehingga volumenya terus menyusut. Proses ini membuat oli tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi justru habis terbakar di dalam mesin.
Masalahnya muncul karena celah antara ring kompresi dan ring oli dengan liner silinder menjadi terlalu besar. Akibatnya, sebagian oli lolos ke ruang bakar dan kehilangan fungsinya sebagai pelindung komponen internal.
Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena berhubungan langsung dengan kesehatan jeroan mesin. Selama oli masih terus lolos ke ruang bakar, penurunan volume bisa berlangsung tanpa henti.
Volume oli harus dijaga agar fungsi pelumasan tetap optimal
Oli mesin tidak hanya melumasi komponen yang saling bergesekan. Cairan ini juga membantu pendinginan bagian dalam mesin yang bekerja terus-menerus.
Begitu volumenya turun terlalu jauh, kemampuan oli untuk melindungi mesin ikut melemah. Pada titik itu, pemeriksaan tidak cukup berhenti pada angka di dipstick, karena penurunan volume bisa menandakan ada masalah internal.
Keausan ring piston menjadi penting untuk dikenali karena efeknya bisa berlangsung terus-menerus. Selama oli masih ikut terbakar di ruang bakar, volume oli akan terus susut dan kerusakan bisa merembet ke bagian lain.
Empat penyebab bisa membuat oli berkurang, tapi satu yang paling perlu dicermati
Ada empat penyebab utama yang dapat membuat oli mesin mobil berkurang. Namun, keausan ring piston termasuk faktor yang paling jelas bisa memicu pengurangan oli secara drastis.
Artinya, berkurangnya oli tidak selalu berasal dari faktor luar yang mudah terlihat. Pada beberapa kasus, masalah justru muncul dari komponen internal mesin yang tidak tampak dari luar.
Karena itu, pemeriksaan volume oli sebaiknya tidak dilakukan sesekali saja. Saat oli terlihat cepat habis, kondisi ring piston perlu masuk dalam daftar pemeriksaan agar kerusakan tidak telanjur membesar.
Bachtiar menegaskan bahwa celah ring yang terlalu besar menjadi jalan bagi oli untuk masuk ke ruang bakar. Dari titik itu, oli berhenti bekerja sebagai pelindung dan justru ikut habis terbakar bersama proses pembakaran.
Jangan menunggu mesin kekurangan pelumasan
Berkurangnya oli mesin secara terus-menerus perlu segera dicari penyebabnya. Langkah ini penting supaya kerusakan tidak merambat ke komponen mesin lain yang masih sehat.
Mesin yang kekurangan oli berisiko kehilangan pelumasan dan pendinginan yang dibutuhkan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa berakibat fatal bagi komponen internal mesin.
Karena itu, menjaga volume oli tetap cukup menjadi bagian dasar dari perawatan mobil. Saat oli terpantau berkurang tidak wajar, keausan ring piston patut dicurigai dan pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
