Obsession Raup Rp7,17 Triliun dari Modal Minim, Geser The Blair Witch Project

Obsession membuktikan bahwa film dengan modal kecil dapat menghasilkan pendapatan luar biasa besar. Film horor debut Curry Barker ini telah meraup lebih dari US$400 juta secara global, setara sekitar Rp7,17 triliun.

Anggaran produksinya hanya berada di kisaran US$750 ribu hingga US$1 juta. Perbandingan tajam antara biaya produksi dan pemasukan itu menempatkan Obsession dalam jalur proyek film paling menguntungkan jika dihitung dari rasio box office terhadap modal.

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, penjualan tiket global Obsession telah mencapai sekitar US$430 juta. Angka tersebut melampaui pendapatan The Blair Witch Project, film thriller supernatural yang lama dikenal sebagai contoh keberhasilan produksi berbiaya rendah.

Selisih Besar antara Modal dan Box Office

Bruce Nash, pendiri situs pemantau industri The Numbers, menilai Obsession berpeluang menjadi kesuksesan terbesar sepanjang masa berdasarkan rasio pendapatan global terhadap anggaran. Ukuran ini berbeda dengan daftar film berpendapatan nominal tertinggi yang umumnya dikuasai produksi Hollywood berbiaya besar.

Film seperti Avatar, Frozen, dan Titanic memang mencatat pemasukan global yang lebih besar secara mutlak. Namun, biaya produksi ketiganya juga jauh melampaui modal yang dikeluarkan untuk Obsession.

FilmPendapatan GlobalAnggaran Produksi
ObsessionSekitar US$430 jutaUS$750 ribu hingga US$1 juta
The Blair Witch ProjectUS$250 jutaUS$600 ribu
BackroomsUS$360 jutaSekitar US$10 juta

Pencapaian Obsession juga membuatnya melampaui Backrooms karya Kane Parsons yang meraup US$360 juta. Kedua film horor tersebut masuk daftar 10 film terlaris sepanjang 2026 menurut laporan yang sama.

Ditopang Penonton Muda dan Rekomendasi Antarpemirsa

Obsession pertama kali diputar dalam Festival Film Toronto 2025 sebelum dirilis resmi pada awal Mei. Dalam dua bulan terakhir, film ini berkembang menjadi fenomena melalui rekomendasi antarpemirsa dan sambutan kuat dari penggemar horor generasi Z.

Respons tersebut menjadi penting karena Obsession tidak hadir dengan skala promosi maupun produksi raksasa. Fenomena ini kembali memperlihatkan daya tarik genre horor bagi penonton muda ketika pengalaman menonton menyebar kuat dari mulut ke mulut.

Focus Features, bagian dari Universal, sudah membaca potensi komersial film ini sejak penayangannya di Toronto. Studio tersebut membeli hak distribusi Obsession senilai US$15 juta pada festival tersebut.

Debut Layar Lebar Curry Barker

Curry Barker berusia 26 tahun dan sebelumnya dikenal sebagai kreator video YouTube. Obsession menjadi film panjang pertamanya sekaligus membawa namanya ke perhatian industri Hollywood.

Film ini mengikuti seorang pemuda yang menggunakan mainan mistis bernama One Wish Willow. Ia memakainya agar sahabat lama sekaligus perempuan yang diidamkannya jatuh cinta secara obsesif kepadanya.

Permintaan itu justru memicu konsekuensi mengerikan dan penuh kekerasan. Di balik cerita horornya, Obsession mengangkat isu hubungan toksik, budaya kencan, serta persetujuan atau consent.

Keberhasilan Barker dan Parsons turut memperlihatkan peluang kreator media sosial muda untuk beralih ke layar lebar. Sutradara peraih Oscar Christopher Nolan juga memuji perkembangan tersebut sebagai dorongan bagi masa depan sinema.

Barker telah menyiapkan film panjang keduanya berjudul Anything But Ghosts, yang juga akan melibatkannya sebagai aktor. Ia juga ditunjuk untuk menyutradarai versi baru film slasher klasik The Texas Chain Saw Massacre dari 1974.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait