Debut Rofbell Ardante Sahroni atau Obell di kelas Pro langsung menghasilkan gelar penting, tetapi jalannya jauh dari mulus. Di Indonesia Drift Series (IDS) Bali 2026, drifter muda Indonesia itu menutup akhir pekan di Sirkuit Drag Bangli, Bali, dengan status Champion of Bali setelah menang di Round 1 dan Round 2.
Hasil itu memberi sinyal bahwa Obell punya modal kuat untuk musim perdananya di kelas Pro. Namun, persaingan di level ini jelas berbeda dari kelas sebelumnya, dengan tekanan yang lebih besar dan ruang untuk kesalahan yang jauh lebih kecil.
Debut yang langsung memberi hasil
Obell tampil bersama tim ASC Monster Drift dan mengandalkan Subaru BRZ bermesin Golen V8 sepanjang seri. Dari sekitar 20 drifter yang ikut bertarung, ia berhasil menjaga performa stabil dan keluar sebagai yang terbaik di dua ronde pembuka kelas Pro.
Pencapaian itu menjadi awal yang positif bagi pembalap muda tersebut, terutama karena ini adalah musim pertamanya di kelas Pro. Meski begitu, Obell menilai masih ada banyak aspek yang harus dibenahi, baik dari sisi mobil maupun kemampuan dirinya sebagai pembalap.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Ajang | Indonesia Drift Series (IDS) Bali 2026 |
| Lokasi | Sirkuit Drag Bangli, Bali |
| Hasil Obell | Champion of Bali |
| Kemenangan | Round 1 dan Round 2 kelas Pro |
| Mobil | Subaru BRZ bermesin Golen V8 |
| Jumlah pesaing | Sekitar 20 drifter |
Masalah teknis sempat mengganggu
Perjalanan menuju gelar itu sempat tersendat ketika mobil Obell mengalami patah as roda saat Round 2 berlangsung. Ronald, yang merupakan Manager sekaligus Entrant ASC Monster Drift, menyebut tim mekanik bergerak cepat agar mobil bisa kembali ke lintasan.
Perbaikan itu berjalan tepat waktu dan Obell akhirnya tetap bisa melanjutkan balapan. Dari situ, kemenangan yang ia raih terasa lebih bernilai karena didapat setelah tim melewati tekanan teknis di tengah kompetisi.
Lintasan Bangli menuntut presisi
Ronald menilai Sirkuit Drag Bangli punya karakter yang tidak mudah ditaklukkan. Lintasan yang pendek dengan grip tinggi memaksa pembalap tampil presisi sekaligus menjaga mobil tetap stabil sepanjang akhir pekan balapan.
Kondisi tersebut ikut menguji kemampuan mobil dan pembalap dalam situasi kompetitif. Di tengah tantangan itu, hasil Obell di IDS Bali 2026 menunjukkan bahwa langkah awalnya di kelas Pro berjalan menjanjikan, meski tekanan untuk menjaga konsistensi akan terus membesar di seri-seri berikutnya.
