
Ledakan pembangunan pusat data untuk kecerdasan buatan sedang mengubah peta pertumbuhan Nokia. Perusahaan Finlandia itu kini tidak lagi dipandang semata sebagai pemain jaringan seluler, melainkan sebagai pemasok penting bagi infrastruktur data berkecepatan tinggi.
Perubahan persepsi itu makin kuat setelah Nvidia menanamkan investasi senilai $1 miliar untuk 3% saham Nokia. Langkah tersebut memberi sinyal bahwa jaringan optik Nokia semakin strategis di tengah lonjakan kebutuhan komputasi AI.
Pusat data AI mengerek bisnis optik
Kebutuhan pusat data AI menuntut konektivitas yang jauh lebih cepat dan andal. Di kondisi ini, bisnis jaringan optik Nokia menjadi semakin relevan karena sektor tersebut berperan sebagai tulang punggung pengiriman data dalam skala besar.
Dorongan dari pasar AI juga tercermin pada prospek pendapatan Nokia. Jaringan pusat data diperkirakan akan menyumbang 40% pendapatan Nokia pada 2028, sebuah porsi yang menunjukkan pergeseran besar dari ketergantungan pada lini bisnis lama.
Investasi Nvidia memperkuat posisi Nokia
Masuknya Nvidia bukan hanya soal modal, tetapi juga soal kepercayaan terhadap arah teknologi Nokia. Dengan kepemilikan 3% saham, Nvidia ikut mempertegas posisi Nokia di jaringan seluler sekaligus memperluas relevansinya dalam ekosistem jaringan berkecepatan tinggi.
Bagi pasar, dukungan dari Nvidia sering dibaca sebagai tanda bahwa teknologi Nokia punya peran dalam rantai pasok AI dan pusat data. Efeknya, perhatian investor terhadap bisnis Nokia di luar perangkat dan jaringan tradisional ikut meningkat.
Narasi baru untuk valuasi pasar
Jika proyeksi kontribusi pendapatan dari jaringan pusat data benar-benar terwujud, dampaknya bisa besar bagi valuasi Nokia. Kombinasi pertumbuhan optik, dukungan Nvidia, dan posisi di jaringan seluler memberi narasi baru yang lebih menarik bagi pasar modal.
Saham Nokia sendiri sudah naik 170% tahun lalu. Meski begitu, sejumlah analis masih melihat ruang kenaikan yang besar dalam tiga hingga lima tahun ke depan karena permintaan infrastruktur AI dinilai masih akan terus menguat.
Tantangan ada pada eksekusi
Meski momentum bisnis terlihat kuat, pasar tetap akan mengamati seberapa cepat Nokia mengubah permintaan pusat data menjadi pendapatan nyata. Target 40% pendapatan dari jaringan pusat data pada 2028 menjadi ukuran penting untuk menilai keberhasilan strategi tersebut.
Pada saat yang sama, pertumbuhan ini menegaskan bahwa jaringan optik kembali menjadi area krusial dalam persaingan teknologi global. Nokia kini berada di titik persimpangan antara pasar jaringan seluler yang matang dan peluang besar dari ledakan infrastruktur AI.





