Nio Peringatkan NOMI Palsu Bisa Jadi Peluru Dalam Mobil, Ancaman yang Tak Terduga

Nio mengeluarkan peringatan keras soal maraknya perangkat NOMI palsu di pasar. Aksesori tiruan itu disebut bisa terlepas saat tabrakan, pecah, dan berubah menjadi ancaman di dalam kabin.

Masalah ini bukan sekadar soal pemalsuan produk. Bagi Nio, perangkat yang tidak lolos pengujian otomotif itu bisa menambah risiko keselamatan bagi pengemudi dan penumpang.

Bahaya saat kendaraan mengalami benturan

Menurut Nio, banyak produk NOMI tidak resmi beredar luas lewat kanal online dengan bentuk yang dibuat sangat mirip dengan perangkat asli. Namun, produk tiruan itu tidak menjalani pengujian setara standar otomotif.

Perusahaan menilai kondisi seperti suhu tinggi, gangguan elektromagnetik, dan guncangan kendaraan bisa memicu korsleting atau membuat komponen terlepas. Risiko itu menjadi jauh lebih besar saat kendaraan mengerem mendadak atau mengalami tabrakan.

Dalam situasi benturan, aksesori yang tidak terverifikasi dapat terlempar oleh gaya inersia, lalu pecah menjadi serpihan di dalam kabin. Nio menyebut serpihan itu dapat menjadi benda berbahaya bagi penumpang, termasuk karena pemasangan yang tidak tepat bisa mengganggu pengembangan airbag.

Peniruan tidak berhenti di perangkat keras

Nio juga menuding ada pihak yang menyalin desain perangkat lunak inti NOMI. Penyalinan itu mencakup ekspresi visual, logika interaksi, dan tata letak antarmuka yang dipakai di kabin merek kendaraan lain.

Perusahaan menilai tiruan semacam itu tidak didukung arsitektur keselamatan yang memadai. Dalam kondisi berkendara nyata, hal ini bisa memicu respons sistem yang keliru atau terlambat dan menambah beban kognitif pengemudi.

Selain pemalsuan produk, Nio juga menghadapi kampanye disinformasi di internet. Perusahaan menyebut ada akun media sosial dan akun daring yang sengaja membuat perbandingan palsu serta skenario interaktif palsu untuk menjelekkan NOMI.

Langkah hukum dan posisi NOMI

Nio mengatakan telah menyelesaikan notarisasi dan pengamanan bukti terkait, lalu mengajukan gugatan perdata dan pengaduan administratif terhadap sejumlah entitas di Zhejiang, Guangzhou, dan Shanghai. Langkah itu diambil untuk melindungi hak perusahaan sekaligus pengguna.

Di tengah sengketa tersebut, Nio menegaskan NOMI adalah aset inti dan pencapaian orisinalnya di sektor smart cabin. Nama NOMI berasal dari frasa bahasa Inggris “Know Me” dan pertama kali diluncurkan bersama kendaraan produksi massal pada 2017.

Perusahaan juga menyebut NOMI asli telah melewati berbagai sertifikasi keselamatan, termasuk C-NCAP dan E-NCAP, bersama seluruh kendaraan. Nio menegaskan pengujian itu dirancang untuk memastikan stabilitas operasional NOMI dalam kondisi ekstrem.

Seiring berkembangnya AI, NOMI mendapat kemampuan baru lewat NOMI GPT yang diluncurkan pada 12 April 2024. Fitur ini mengintegrasikan model bahasa besar dan dipasang pada model generasi baru dengan sistem Banyan.

Di sisi bisnis, Nio juga menyoroti pencapaian pengiriman beberapa modelnya. All-new ES8 akan mencapai pengiriman ke-120.000 pada bulan ini, sementara ES9 akan mencapai pengiriman ke-10.000 pada bulan yang sama.

Source: cnevpost.com

Terkait