NAC Breda Makin Terjepit Usai Kalah Dari FC Utrecht, Dua Laga Penentu Nasib Mereka

NAC Breda kini berada di titik yang semakin berbahaya setelah takluk dari FC Utrecht. Hasil itu membuat jarak mereka dari zona degradasi kian menipis saat musim memasuki fase penentuan.

Di tengah tekanan tersebut, bek NAC Breda Boy Kemper mengakui timnya sedang menghadapi situasi yang sangat sulit untuk bertahan di kasta tertinggi. Meski begitu, ia menilai rekan-rekannya tetap memberi perlawanan keras, bahkan ketika harus bermain dengan sepuluh pemain.

Perlawanan yang belum cukup

Kemper menilai pertandingan berlangsung dalam kondisi yang tidak menguntungkan bagi NAC Breda. Ia mengatakan timnya tetap mampu menyulitkan lawan, meski jumlah pemain berkurang dan tekanan terus datang dari FC Utrecht.

“We krijgen op het laatst misschien nog wat kansjes. We hebben met z’n allen keihard gewerkt en we worden daar niet voor beloond en dat is een repeterend verhaal. Maar ik denk dat we het hen heel lastig maken, zelfs met tien man,” kata Kemper kepada ESPN.

Tekanan dari FC Utrecht disebut semakin terasa pada babak kedua. Situasi itu makin berat setelah tim tamu kehilangan satu pemain dan lawan memasukkan penyerang baru.

Kemper menyebut kehadiran striker tambahan itu menjadi titik balik yang menyulitkan lini belakang NAC Breda. Menurut dia, satu bola yang jatuh dengan tepat langsung berubah menjadi momen yang sangat merugikan timnya.

“Je weet dat ze gaan komen, dat ze een spits gaan brengen. Dan valt er één bal goed en dan is dat gewoon enorm klote,” ujarnya.

Peluang kecil yang tak boleh disia-siakan

Selain soal tekanan lawan, Kemper juga menyoroti buruknya efektivitas timnya saat mendapatkan kesempatan. Ia menilai peluang yang muncul harus dimanfaatkan lebih baik, terutama ketika bermain dalam kondisi timpang.

Menurut dia, NAC Breda sebenarnya masih memperoleh cukup peluang setelah momen-momen penting dalam pertandingan. Namun, kesempatan kecil yang tersedia tidak berhasil diselesaikan dengan baik.

“We hebben daarna nog genoeg kansen gehad. We wisten ook dat er kansen zouden komen, maar de kleine kansen die je krijgt moet je – helemaal met tien man – wel zeker weten afmaken,” kata bek tersebut.

Kegagalan memaksimalkan peluang itu menjadi sorotan utama di tengah perjuangan mereka menjaga harapan bertahan di liga utama. Dalam situasi seperti ini, efisiensi menjadi pembeda yang sangat menentukan hasil akhir.

Dua laga terakhir jadi penentu

Meski posisi tim tidak menguntungkan, Kemper menegaskan dirinya belum menyerah. Ia berjanji akan terus berjuang sampai nasib NAC Breda benar-benar dipastikan.

Ia juga ingin menutup masa baktinya di klub dengan kepala tegak, apa pun hasil akhirnya. Karena itu, dua pertandingan tersisa akan dijalani dengan komitmen penuh.

“Ik blijf strijden tot het definitief is. Of het nou positief of negatief eindigt, ik wil hier met opgeheven hoofd vertrekken en daar ga ik alles aan doen. Het is gewoon een kutsituatie waar we inzitten. Zolang het niet definitief is blijf ik strijden en daarvoor hebben we nog twee wedstrijden,” tegas Kemper.

Bagi NAC Breda, dua laga terakhir akan menentukan apakah mereka mampu keluar dari ancaman degradasi atau harus menerima nasib pahit di akhir musim. Kekalahan dari FC Utrecht membuat setiap poin yang tersisa kini terasa jauh lebih berharga.

Baca Juga

Back to top button