Motorola kembali mendorong smartphone ke wilayah yang lebih dekat dengan aksesori fesyen lewat Brilliant Collection. Di edisi ini, Motorola Signature tampil dengan 20 kristal Swarovski, bodi berwarna PANTONE Violet Indigo, dan sentuhan desain yang dibuat agar terlihat seperti perhiasan.
Pendekatan itu tidak berhenti pada ponselnya saja. Motorola juga menghadirkan Moto Buds 2 Plus dengan gaya visual serupa, sehingga koleksi ini terasa seperti satu paket produk premium yang disatukan oleh bahasa desain yang konsisten.
Desain yang menonjolkan nuansa malam
Motorola membangun tampilan Signature Brilliant Collection di atas konsep yang terinspirasi dari konstelasi. Bagian belakangnya memakai finishing Violet Indigo yang gelap dan material rear panel bergaya silk-inspired untuk menghadirkan kesan mewah yang kuat.
Sebanyak 20 amethyst Swarovski Crystals dipasang secara manual pada bodi perangkat. Susunannya dibuat dalam pola 3D-quilted agar elemen dekoratifnya tidak hanya mencolok, tetapi juga memberi tekstur visual yang berbeda dari ponsel premium biasa.
Motorola juga menekankan efek pantulan cahaya sebagai bagian dari identitas desain. Saat perangkat digerakkan, kristal-kristal itu dirancang menangkap cahaya, sementara warna ungu gelapnya membangun tampilan yang menyerupai langit malam.
Bagian dari Motorola Collections
Brilliant Collection hadir sebagai bagian dari Motorola Collections. Platform ini dipakai perusahaan untuk meluncurkan versi perangkat pilihan yang berfokus pada desain dan diposisikan sebagai rilisan terbatas.
Motorola sebelumnya juga sudah menghadirkan edisi Swarovski crystal pada Agustus dan FIFA World Cup 26 Collection. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan terus memperkuat sisi gaya hidup pada lini perangkat kelas atasnya.
Tetap membawa kelas flagship
Di balik tampilannya yang dekoratif, Motorola Signature tetap diposisikan sebagai perangkat premium. Motorola menyebut ponsel ini punya kamera yang mendapat peringkat terbaik di kategorinya versi DXOMARK.
Perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Gen 5 Mobile Platform. Motorola juga menyebut Signature membawa baterai terbesar di kategorinya untuk ponsel ultratipis, sehingga edisi khusus ini tidak hanya mengandalkan tampilan luar.
Teknologi baterainya memakai silicon-carbon battery. Motorola menyebut teknologi tersebut mendukung umur baterai hingga 1200 siklus dan membantu menjaga performa baterai tanpa mengorbankan desain ultratipis perangkat.
Ketahanan dan material daur ulang
Motorola juga memberi perhatian besar pada durability. Signature Brilliant Collection disebut memenuhi standar militer MIL-STD-810H dan mengantongi rating IP68 serta IP69 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Layar perangkat dilapisi Corning Gorilla Glass Victus 2. Kombinasi ini menunjukkan bahwa desain yang penuh kristal tetap disandingkan dengan fokus pada ketahanan fisik untuk pemakaian harian.
Di sisi keberlanjutan, Motorola menyebut perangkat ini menggunakan lebih dari 63 persen recycled metals dan 100 persen recycled aluminum pada bagian mid-housing. Braket speaker atas juga dibuat dari 65 persen post-consumer recycled plastic dan 20 persen Ocean Bound Plastic.
Harga dan ketersediaan
Motorola Signature dan Moto Buds 2 Plus dari Brilliant Collection dijadwalkan meluncur dalam beberapa pekan ke depan. Di Inggris, bundel keduanya dibanderol £1,199.
Harga itu menempatkan koleksi ini di pasar ultra-premium. Motorola jelas menyasar konsumen yang mencari perangkat dengan identitas visual kuat, sentuhan Swarovski yang menonjol, serta spesifikasi yang tetap berada di level atas.
Kehadiran Moto Buds 2 Plus dalam desain serupa membuat Brilliant Collection terasa lebih lengkap. Motorola tidak hanya menjual smartphone edisi khusus, tetapi membangun satu paket produk premium dengan estetika yang saling terhubung.
Source: www.gizmochina.com






