Motorola Punya Pintasan Ketuk Belakang Yang Lebih Berguna, Screenshot Cukup Dua Kali Ketuk

Motorola diam-diam punya fitur pintasan yang terasa jauh lebih praktis daripada sekadar ketuk belakang biasa. Lewat Quick Launch, pengguna bisa membuka aplikasi, mengambil screenshot, atau menjalankan tindakan lain hanya dengan dua ketukan di bagian belakang ponsel.

Fitur ini menonjol karena tidak bergantung pada tombol fisik tambahan. Pada perangkat seperti Motorola Razr atau Razr Fold, Quick Launch memberi jalan pintas yang lebih nyaman saat penggunaan satu tangan terasa kurang enak, terutama di bodi yang besar atau ketika tangan sedang sibuk.

Secara bawaan, Quick Launch diarahkan untuk memanggil Moto AI. Namun pengaturannya bisa diubah ke banyak aksi lain yang lebih berguna untuk rutinitas harian, termasuk membuka aplikasi tertentu, merekam layar, atau memutar musik.

Cara kerja Quick Launch

Quick Launch bekerja dengan sensor di dalam ponsel, termasuk accelerometer. Sensor ini membaca gerakan perangkat lalu sistem mencocokkannya dengan pola dua ketukan cepat di sisi belakang ponsel.

Saat pola itu terdeteksi, ponsel langsung menjalankan pintasan yang sudah dipilih. Mekanisme ini membuat fitur tetap responsif meski tidak ada tombol fisik di bagian belakang perangkat.

Area ketuknya berada di sepertiga bagian atas sisi belakang ponsel. Pada Razr Fold, titiknya disebut tepat berada di atas logo Motorola dan berada di sekitar bawah tonjolan kamera.

Pengguna cukup mengetuk dua kali untuk memicu aksi. Setelah aktif, perintah dapat berjalan tanpa perlu menyentuh layar atau menekan tombol samping.

Mengapa terasa lebih berguna di Motorola

Sejumlah ponsel lain memang punya cara serupa, tetapi Motorola dinilai punya konteks penggunaan yang lebih menarik. iPhone dan ponsel OnePlus disebut memiliki tombol fisik khusus yang bisa dipetakan ulang, sementara beberapa ponsel Motorola tidak menyediakan tombol cadangan seperti itu.

Di situ Quick Launch menjadi penting karena memberi akses cepat tanpa menambah langkah dalam penggunaan harian. Fitur ini juga terasa relevan saat tombol AI yang ada tidak mudah diubah fungsinya.

Untuk tindakan yang sering dipakai, pintasan seperti ini bisa lebih cepat daripada membuka panel Quick Settings atau memakai gesture di layar. Selisih satu langkah saja sudah cukup terasa saat fungsi yang sama dilakukan berulang.

Motorola juga memberi pilihan sensitivitas ketukan agar fitur tidak mudah aktif tanpa sengaja. Pengguna bisa memilih Gentle tap, Moderate tap, atau Hard tap sesuai kebutuhan.

Jika ponsel terlalu sering salah mendeteksi ketukan, sensitivitas bisa dinaikkan. Sebaliknya, pengguna yang ingin akses lebih ringan bisa mempertahankan setelan Gentle tap yang menjadi bawaan.

Aksi yang bisa dipilih

Quick Launch tidak hanya terbatas untuk membuka aplikasi. Motorola memberi opsi yang cukup luas, mulai dari Recorder, Open Smart Connect, Moto AI, Play/Pause Music, Take Screenshot, Screen Recorder, Back to Home, Switch to last app, hingga Open App.

Opsi Open App membuat fitur ini jauh lebih fleksibel. Hampir semua aplikasi di ponsel dapat dijadikan target pintasan ketuk belakang sesuai kebutuhan pengguna.

Salah satu penggunaan yang paling praktis adalah screenshot. Biasanya tangkapan layar memerlukan kombinasi tombol volume dan daya, yang bagi sebagian pengguna terasa lebih rumit dan rawan salah tekan.

Dengan Quick Launch, screenshot bisa diambil hanya dengan dua ketukan di bagian belakang ponsel. Setelah itu, alur biasa tetap tersedia karena editor screenshot dan opsi berbagi masih muncul seperti biasa.

Bagi pengguna yang sering berpindah aplikasi, pilihan Switch to last app juga terasa berguna. Fungsi yang paling cocok pada akhirnya bergantung pada kebiasaan masing-masing.

Cara mengaktifkannya

Quick Launch bisa muncul bahkan sebelum dikonfigurasi penuh. Saat pengguna mengetuk bagian belakang ponsel dengan kekuatan yang cukup, perangkat dapat menampilkan pop-up bahwa fitur tersebut sudah terdeteksi dan siap diatur.

Pengaturan lengkapnya ada di aplikasi Settings. Dari sana, pengguna masuk ke menu Gestures lalu memilih Quick Launch.

Setelah itu, tombol Use Quick Launch tinggal diaktifkan. Motorola juga menyediakan opsi Try it out untuk menguji seberapa kuat ketukan yang dibutuhkan pada tiap tingkat sensitivitas.

Setelah pengujian selesai, pengguna bisa menekan Done. Dari halaman yang sama, fungsi Quick Launch kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Nilai praktis yang sering luput diperhatikan

Pada ponsel Motorola yang sudah memiliki AI key, pengaturan bawaan Quick Launch ke Moto AI terasa kurang efisien. Alasannya sederhana, dua pemicu berbeda pada akhirnya menjalankan fungsi yang sama.

Karena AI key disebut tidak mudah dipetakan ulang, mengganti Quick Launch ke aksi berbeda justru lebih masuk akal. Dengan begitu, dua pintasan yang tersedia benar-benar punya kegunaan yang berbeda.

Quick Launch akhirnya menjadi salah satu fitur paling serbaguna di ponsel Motorola yang sering terlewat. Pada perangkat premium seperti Razr Fold, dua ketukan di bagian belakang bisa langsung membuka aplikasi penting atau menjalankan aksi harian tanpa repot menyentuh layar.

Source: www.androidcentral.com

Baca Juga

Back to top button