Motorola ikut meramaikan Piala Dunia 2026 dengan tiga smartphone edisi spesial yang tampil lebih berani daripada versi reguler. Menariknya, ketiganya belum dijual resmi di Indonesia meski sudah dipasarkan di banyak negara.
Pilihan warnanya menjadi pembeda paling cepat terlihat, tetapi tiap model juga membawa identitas turnamen melalui logo FIFA World Cup 2026, wallpaper, dan ringtone khusus. Di saat turnamen akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, perangkat bertema seperti ini jelas punya daya tarik tersendiri bagi penggemar sepak bola dan kolektor.
Edge 70 Fusion tampil gelap dengan sentuhan emas
Motorola Edge 70 Fusion edisi FIFA World Cup 2026 hadir dalam warna pantone silhouette dengan logo turnamen di bagian bawah sisi belakang. Pada versi ini, logo tersebut disebut menggunakan bahan emas 24 karat.
Selain tampilan khusus, Motorola juga menambahkan wallpaper dan ringtone bertema Piala Dunia 2026. Dari sisi spesifikasi, ponsel ini memakai layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1272 x 2772 piksel dengan refresh rate 144Hz.
Layar itu diklaim mampu mencapai kecerahan hingga 5200 nit dan dilindungi Gorilla Glass 7i. Di dapur pacu, Edge 70 Fusion dibekali Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3 atau Snapdragon 7s Gen 4, tergantung varian yang dipasarkan.
Sektor kamera diisi kamera utama 50MP Sony LYTIA 710 dengan OIS dan kamera ultrawide 13MP dengan autofokus. Kamera depannya 32MP, sementara fitur lain mencakup speaker stereo, pemindai sidik jari di dalam layar, sertifikasi IP68, IP69, dan MIL-STD 810H.
Motorola menyediakan opsi baterai 5200 mAh atau 7000 mAh, keduanya mendukung pengisian 68W melalui USB Type C. Untuk model ini, harga 8/256GB tercatat 420 euro.
Razr 60 paling cerah dan paling mudah dikenali
Model kedua adalah Motorola Razr 60, versi khusus dari ponsel lipat yang debut pada April 2025. Edisi FIFA World Cup 2026 ini juga membawa logo khusus, wallpaper, dan ringtone bertema turnamen.
Dibanding dua model lain, Razr 60 tampil paling cerah karena memadukan warna hijau dan putih yang terinspirasi dari lapangan sepak bola. Kombinasi itu membuatnya paling mudah dibedakan saat dilihat sekilas.
Razr 60 memakai layar dalam AMOLED 6,9 inci beresolusi 1080 x 2640 piksel dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan 3000 nit. Di bagian luar, ada layar AMOLED 3,6 inci beresolusi 156 x 166 piksel, refresh rate 90Hz, dan kecerahan 1700 nit.
Perangkat ini ditenagai MediaTek Dimensity 7400X. Untuk kamera, tersedia kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultrawide 13MP dengan autofokus, dan kamera depan 32MP.
Baterainya berkapasitas 4500 mAh dengan pengisian 30W lewat USB Type C dan 15W secara nirkabel. Fitur pendukungnya meliputi speaker stereo, pemindai sidik jari di tombol daya, serta sertifikasi IP48. Harga jualnya tercatat 699,99 dollar AS untuk varian 8/256GB.
Razr Fold jadi yang paling premium
Model ketiga adalah Motorola Razr Fold, yang diposisikan sebagai smartphone lipat paling premium di jajaran ini. Seperti dua model lainnya, perangkat ini juga membawa logo Piala Dunia 2026, wallpaper, dan ringtone khusus.
Tampilannya cenderung gelap, mirip dengan Edge 70 Fusion, tetapi spesifikasinya berada di atas keduanya. Layar dalamnya memakai panel AMOLED 8,1 inci dengan resolusi 2232 x 2484 piksel, refresh rate 120Hz, dan kecerahan 6200 nit.
Di sisi luar, tersedia layar AMOLED 6,6 inci dengan resolusi 1080 x 2520 piksel, refresh rate 165Hz, dan kecerahan 6000 nit. Motorola membekali perangkat ini dengan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5.
Konfigurasinya juga paling tinggi, dengan kamera utama 50MP ber OIS, kamera ultrawide 50MP dengan autofokus, serta kamera telefoto 50MP dengan OIS dan zoom optik 3x. Kamera depannya 32MP.
Razr Fold ditopang baterai 6000 mAh dengan pengisian 80W lewat USB Type C dan 50W secara nirkabel. Harga yang tercatat untuk varian 16/512GB adalah 1.799,99 dollar AS.
Belum masuk Indonesia
Motorola memang sudah memasarkan ketiga smartphone edisi spesial ini di banyak negara. Namun, sampai saat ini belum ada satu pun yang resmi dijual di Indonesia.
Dari ketiganya, Razr 60 paling menonjol berkat warna hijau dan putih yang lebih hidup. Meski begitu, masing-masing model tetap dirancang untuk membawa atmosfer Piala Dunia 2026 ke dalam perangkat sehari-hari.
