Motor bekas di bawah Rp5 jutaan masih jadi opsi yang realistis bagi pelajar yang ingin tetap mobile tanpa terbebani cicilan besar. Di pasar bekas, ada beberapa model yang masih layak dipakai untuk kebutuhan harian, terutama untuk perjalanan sekolah dan aktivitas dalam kota.
Pilihan ini menarik karena sejumlah model masih punya reputasi irit, suku cadang yang mudah dicari, dan biaya perawatan yang relatif ramah kantong. Namun, calon pembeli tetap perlu teliti karena harga murah tidak selalu berarti kondisi unit aman dipakai tanpa tambahan biaya.
Ringkasan 6 Motor Bekas Under Rp5 Jutaan
| Model | Harga Bekas | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Yamaha Mio Soul GT | Rp4,8 juta-Rp11 juta | Irit, ringan, dan mudah dirawat |
| Yamaha Mio Karbu & Mio Smile | Rp4 juta-Rp6,5 juta | Murah dan suku cadang melimpah, tetapi lebih boros |
| Suzuki Shogun SP 125 | Rp3,5 juta-Rp10 juta | Bandel, nyaman, dan irit |
| Suzuki Satria FU 150 | Mulai Rp5 juta | Performa tinggi, desain sporty |
| Honda Scoopy Karbu Generasi 1 | Rp5 juta-Rp8 juta | Retro dan nyaman, tetapi kurang efisien |
| Honda Vario Techno 110 | Rp4,5 juta-Rp9 juta | Harga terjangkau dan perawatan mudah |
1. Yamaha Mio Soul GT
Yamaha Mio Soul GT menjadi salah satu pilihan paling seimbang di kelas ini karena harganya masih masuk akal dan karakter motornya cocok untuk mobilitas harian. Unit bekasnya berada di kisaran Rp4,8 juta-Rp11 juta, tergantung tahun dan kondisi.
Motor ini memakai mesin 115-125 cc SOHC injeksi YMJET-FI dengan tenaga sekitar 7,75 hp dan torsi 8,5 Nm. Konsumsi BBM yang diklaim mencapai 51,9 km/liter membuatnya cukup menarik bagi pelajar yang mencari motor ringan dan hemat.
2. Yamaha Mio Karbu & Mio Smile
Untuk pembeli yang mengejar harga paling rendah, Mio Karbu dan Mio Smile masih sering muncul di pasar bekas. Mio Karbu bisa ditemukan mulai Rp4 juta, sedangkan Mio Smile berada di kisaran Rp5 juta-Rp6,5 juta.
Keduanya mengandalkan mesin 113,7 cc SOHC karburator dengan tenaga 8,9 PS dan torsi 7,84 Nm. Keunggulannya ada pada harga yang murah dan suku cadang yang melimpah, tetapi konsumsi BBM-nya relatif boros di kisaran 40-45 km/liter.
3. Suzuki Shogun SP 125
Suzuki Shogun SP 125 masuk daftar karena reputasinya yang bandel dan nyaman dipakai setiap hari. Harga bekasnya berada di rentang Rp3,5 juta-Rp10 juta, sehingga masih terjangkau untuk pemburu motor murah.
Model ini dibekali mesin 124 cc SOHC dengan tenaga 9,6 hp dan torsi sekitar 9,8 Nm. Konsumsi BBM-nya sekitar 40-45 km/liter, dengan karakter mesin yang stabil dan awet sebagai nilai tambah utama.
4. Suzuki Satria FU 150
Suzuki Satria FU 150 menawarkan karakter yang berbeda karena lebih menonjolkan performa. Unit bekasnya bisa didapat mulai Rp5 juta, meski kondisi tertentu masih bisa mendekati angka tersebut.
Motor ini menggunakan mesin 147,3 cc DOHC dengan tenaga 14,5 PS dan torsi 12,4 Nm. Konsumsi BBM berada di kisaran 35-50 km/liter, dan desain sporty membuatnya tetap diminati kalangan muda.
5. Honda Scoopy Karbu Generasi 1
Honda Scoopy Karbu generasi pertama masih punya tempat di pasar bekas berkat desain retro yang khas. Harga bekasnya berkisar Rp5 juta-Rp8 juta dengan mesin 108-110 cc SOHC karburator.
Tenaganya 8,1 hp dan torsinya 8,32 Nm, dengan konsumsi BBM sekitar 35-40 km/liter. Motor ini cocok untuk pelajar yang memprioritaskan tampilan dan kenyamanan, meski efisiensinya tidak setinggi versi injeksi.
6. Honda Vario Techno 110
Honda Vario Techno 110 juga masih menarik karena harga bekasnya relatif bersahabat, yakni mulai Rp4,5 juta hingga Rp9 juta. Motor ini memakai mesin 110 cc yang masih cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Konsumsi BBM rata-ratanya sekitar 40-45 km/liter, sedangkan nilai plusnya ada pada desain elegan dan biaya perawatan yang mudah dijangkau. Tidak heran jika model ini masih sering masuk daftar incaran pembeli motor bekas.
Yang Wajib Dicek Sebelum Membeli
Harga murah tetap perlu diimbangi dengan pemeriksaan yang teliti agar motor tidak memunculkan biaya perbaikan besar setelah dibeli. Volume oli mesin, suara mesin saat dinyalakan, dan kondisi CVT pada motor matik perlu diperiksa dengan saksama.
Bagian knalpot juga harus dilihat untuk memastikan tidak ada tanda kebocoran oli ke ruang bakar. Tes gas penuh penting dilakukan untuk melihat apakah ada asap putih yang keluar dari knalpot.
Setelah itu, test ride perlu dilakukan untuk merasakan tarikan motor dan memastikan unit tidak brebet saat digas. Rangka juga harus dicek agar minim karat, lalu nomor mesin dan nomor rangka wajib dicocokkan dengan STNK atau BPKB.
Status pajak yang masih hidup menjadi faktor penting sebelum negosiasi harga dimulai. Dengan pemeriksaan seperti ini, pilihan motor bekas under Rp5 jutaan bisa tetap masuk akal untuk pelajar yang butuh kendaraan harian.
Source: www.suara.com






