Di balik posisinya sebagai Lead Architect di NVIDIA, Mochammad Asri atau Mocha masih menyimpan satu ambisi yang jauh dari ruang chip dan arsitektur komputasi: kembali ke Indonesia dan ikut membenahi pendidikan teknologi. Keinginan itu membuat kisahnya terasa lebih besar dari sekadar karier global di industri AI.
Mocha kini bekerja di salah satu titik paling strategis dalam peta teknologi dunia, terutama saat AI generatif mendorong kebutuhan sistem yang makin cepat, efisien, dan cerdas. Fokus kerjanya berada pada pengembangan sistem chip dan arsitektur untuk kebutuhan AI modern.
Karier yang dibangun dari fondasi akademik kuat
Jalur yang ditempuh Mocha tidak lahir dari loncatan singkat. Ia menempuh pendidikan dari SMA Negeri 8 Jakarta, lalu melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Amerika Serikat.
Ia memperoleh Ph.D. in Computer Engineering dari The University of Texas at Austin dengan riset pada data movement optimization di sistem heterogen. Sebelum itu, ia mengambil Master of Engineering dan Bachelor of Science di Tokyo Institute of Technology dalam bidang Computer Science.
| Jenjang Pendidikan | Institusi | Bidang |
|---|---|---|
| Ph.D. | The University of Texas at Austin | Computer Engineering |
| Master of Engineering | Tokyo Institute of Technology | Computer Science |
| Bachelor of Science | Tokyo Institute of Technology | Computer Science |
Mocha juga mengantongi sertifikasi edX seperti Deploying TinyML, Fundamentals of TinyML, dan Applications of TinyML. Bekal akademik itu memperkuat posisinya sebagai teknolog yang paham sisi riset sekaligus implementasi.
Peran strategis di NVIDIA dan jejak sebelumnya di Meta
Spesialisasi Mocha mencakup Generative AI, Efficient AI, Large Language Model atau LLM, Heterogeneous Systems, HW/SW Co-Design, dan System-on-Chip atau SoC. Ia juga mendalami bandwidth versus latency shaping, QoS-aware memory controller, caching techniques, Network-on-Chip atau NoC, parallelism, serta optimasi sistem memori dan komputasi tingkat lanjut.
Di NVIDIA, tanggung jawabnya meliputi pengembangan sistem memori end-to-end untuk AI generatif, otomotif, dan chip server. Ia juga menangani optimalisasi bandwidth, latency, dan sistem QoS cerdas untuk arsitektur modern.
| Perusahaan | Posisi | Fokus Pekerjaan |
|---|---|---|
| Meta | Chip Architect | Arsitektur komputasi AR/VR/AI, cache, NoC |
| NVIDIA | Lead Architect | Sistem memori AI generatif, otomotif, chip server |
Sebelum bergabung dengan NVIDIA pada September 2023, Mocha lebih dulu bekerja di Meta sejak Juli 2020 hingga September 2023 di Menlo Park, California. Di sana, ia terlibat dalam pengembangan arsitektur komputasi untuk AR/VR/AI dengan fokus pada data movement seperti cache dan Network-on-Chip.
Pengalaman itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta teknis Indonesia yang mampu bermain di level global. Perpindahannya ke NVIDIA menegaskan relevansi keahliannya di tengah ledakan kebutuhan AI generatif.
Keinginan pulang untuk pendidikan Indonesia
Meski kariernya berada di pusat industri AI dunia, Mocha tetap memberi perhatian besar pada Indonesia. Ia beberapa kali menyampaikan keinginan untuk kembali ke tanah air dan berkontribusi di dunia pendidikan.
Menurut pandangannya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang cerdas dan potensial, tetapi masih membutuhkan ekosistem yang lebih kuat, akses pendidikan berkualitas, dan kesempatan yang lebih luas di bidang teknologi global seperti AI, semikonduktor, dan sistem komputasi.
Pandangan itu membuat namanya menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menembus industri teknologi dunia. Kisah Mocha menunjukkan bahwa jalur dari Indonesia ke panggung global bisa dibangun lewat pendidikan yang kuat, pengalaman industri yang tajam, dan kepedulian yang tetap tertuju pada kebutuhan di tanah air.
