Pasar mobil listrik di kisaran Rp300 jutaan kini makin padat, dan pilihan yang tersedia tidak lagi datang dari satu atau dua merek saja. Di rentang ini, konsumen bisa menemukan city car, hatchback, SUV, sampai MPV listrik dari Wuling, BYD, VinFast, MG, Chery, Citroën, Polytron, Aion, GWM, dan Jaecoo.
Keragaman model itu membuat pembeli harus menimbang lebih dari sekadar label harga. Kapasitas baterai, jarak tempuh, fitur keselamatan, konektivitas, dan pada beberapa model skema sewa baterai ikut menentukan nilai sebuah mobil listrik.
Daftar model yang masuk kisaran Rp300 jutaan
Wuling menempatkan beberapa model di rentang ini, mulai dari Air EV Pro di Rp307 juta, Binguo EV Lite di Rp318 juta, hingga Binguo EV Pro di Rp363 juta. Masih dari Wuling, Almaz EV CE dibanderol Rp389 juta dan Cortez Darion EV CE berada di Rp399 juta.
VinFast juga punya daftar yang panjang. VF 6 Eco dengan skema sewa baterai dipasarkan Rp308 juta, VF e34 Rp320,85 juta, VF 6 Eco Rp334,995 juta, VF 6 Plus dengan sewa baterai Rp364 juta, serta VF 6 Plus Rp397 juta.
| Model | Harga |
|---|---|
| Wuling Air EV Pro | Rp307 juta |
| Wuling Binguo EV Lite | Rp318 juta |
| Wuling Binguo EV Pro | Rp363 juta |
| Wuling Almaz EV CE | Rp389 juta |
| Wuling Cortez Darion EV CE | Rp399 juta |
| VinFast VF 6 Eco sewa baterai | Rp308 juta |
| VinFast VF e34 | Rp320,85 juta |
| VinFast VF 6 Eco | Rp334,995 juta |
| VinFast VF 6 Plus sewa baterai | Rp364 juta |
| VinFast VF 6 Plus | Rp397 juta |
Di kelompok yang sama, BYD Dolphin Dynamic hadir di Rp369 juta dan BYD M6 Standard dipasarkan Rp383 juta. Chery Omoda E5 Pure berada di Rp379,9 juta, sedangkan Citroën e-C3 dijual Rp377 juta.
MG menawarkan S5 EV Ignite seharga Rp333,9 juta dan S5 EV Magnify Rp355,9 juta. Ada pula GWM Ora 03 di Rp369 juta, Jaecoo J5 EV Premium di Rp309,9 juta, serta Aion UT Standard dan Aion UT Premium masing-masing Rp345 juta dan Rp395 juta.
Model yang paling menonjol untuk kebutuhan berbeda
BYD Dolphin kerap dipandang sebagai benchmark di kelas hatchback EV karena efisiensi sistem penggerak dan manajemen baterainya yang matang. Di sisi lain, Wuling Binguo EV punya karakter seimbang untuk kebutuhan harian dengan fokus pada efisiensi energi.
Untuk mobilitas perkotaan, Wuling Air EV lebih cocok karena dimensinya kompak dan konsumsi energinya rendah. Sementara itu, VinFast VF 6 membawa karakter SUV dengan output motor yang lebih besar, sedangkan BYD M6 menjadi opsi yang lebih relevan untuk keluarga berkat kabinnya yang lebih luas.
Harga bukan satu-satunya pembeda
Di segmen ini, value mobil listrik umumnya ditentukan oleh kapasitas baterai, efisiensi konsumsi energi, output motor listrik, serta fitur keselamatan dan ADAS. Itu sebabnya dua model yang sama-sama berada di kisaran Rp300 jutaan bisa terasa sangat berbeda ketika dipakai sehari-hari.
Skema sewa baterai juga menjadi pembeda penting pada sejumlah model. Opsi ini bisa memengaruhi total biaya kepemilikan jangka panjang, sehingga harga beli awal tidak selalu menjadi pertimbangan tunggal.
Polytron ikut memperluas pilihan dengan G3 sewa baterai seharga Rp329,5 juta dan G3+ sewa baterai Rp373,5 juta. Kehadiran model-model ini membuat kelas Rp300 jutaan semakin padat dan memberi ruang bagi pembeli untuk memilih sesuai kebutuhan, dari mobil kompak harian sampai MPV dan SUV yang lebih lega.
Persaingan yang makin ramai juga menunjukkan pasar mobil listrik Indonesia mulai bergerak ke fase yang lebih matang. Konsumen kini bisa membandingkan model bukan hanya dari merek, tetapi juga dari karakter, ukuran kabin, efisiensi, dan skema kepemilikan yang ditawarkan.
