Ultraviolette F77 Mach 2 baru saja membuktikan bahwa motor listrik modern bisa masuk ke arena yang selama ini identik dengan mesin paling keras di dunia. Di Isle of Man TT Mountain Course, motor sport listrik ini menuntaskan satu putaran penuh dan menjadi yang pertama dari India yang melakukannya.
Prestasi itu penting karena menyentuh dua hal sekaligus, performa dan persepsi. Selama ini motor listrik kerap dipandang hanya unggul di efisiensi, padahal F77 Mach 2 menunjukkan bahwa ketahanan dan kemampuan menghadapi trek ekstrem juga sudah menjadi bagian dari paketnya.
Trek paling brutal untuk motor produksi massal
Isle of Man TT bukan lintasan biasa. Mountain Course di Pulau Man memiliki panjang sekitar 37,72 mil atau 60,72 kilometer, dengan jalan umum yang melewati desa, tikungan sempit, tanjakan, turunan tajam, dan area pegunungan.
Kombinasi itu membuatnya jadi ujian berat untuk mesin, sasis, rem, dan pengendalian. Karena itu, satu putaran penuh di lintasan ini punya bobot prestasi yang jauh lebih besar dibandingkan tes performa biasa.
Mission: Isle of Man bawa lima unit produksi standar
Ultraviolette menjalankan misi tersebut pada 6 Juni 2026 lewat kampanye global bertajuk “Mission: Isle of Man”. Pabrikan asal Bengaluru itu membawa lima unit F77 Mach 2 ke lintasan legendaris tersebut.
Yang paling menarik, motor yang digunakan bukan prototipe balap khusus. Seluruh unit merupakan motor produksi standar yang dijual ke konsumen, sehingga hasilnya dianggap mewakili kemampuan nyata produk di tangan pengguna.
Misi ini juga melibatkan nama-nama yang sudah dikenal di dunia balap jalan raya, termasuk James Hillier, Ranvijay Singha, dan Abhishek Vasudev. Keberhasilan aksi tersebut kemudian diverifikasi serta dicatat oleh Asia Book of Records dan India Book of Records.
Bukan Tesseract, yang menaklukkan lintasan adalah F77 Mach 2
Di tengah perhatian publik, sempat muncul anggapan bahwa motor yang dipakai adalah Tesseract. Padahal, kendaraan yang benar-benar menyelesaikan tantangan Isle of Man TT adalah F77 Mach 2, motor sport listrik andalan Ultraviolette.
Tesseract sendiri merupakan skuter listrik berperforma tinggi untuk pasar yang berbeda. Karena itu, pencapaian di Mountain Course sepenuhnya menjadi milik F77 Mach 2 sebagai representasi utama kemampuan motor sport listrik Ultraviolette.
Spesifikasi yang menopang klaimnya
Keberhasilan itu tidak lepas dari spesifikasi teknis F77 Mach 2. Motor ini dibekali tenaga maksimum 30 kW atau sekitar 40 bhp, torsi puncak 100 Nm, kecepatan maksimum 155 km/jam, dan akselerasi 0-60 km/jam dalam 2,8 detik.
Pada varian Recon, jarak tempuhnya diklaim mencapai 323 km dalam sekali pengisian penuh. Kombinasi tenaga instan dan torsi besar membuat motor ini tetap agresif saat keluar tikungan dan menghadapi perubahan elevasi yang ekstrem.
| Spesifikasi Utama F77 Mach 2 | Data |
|---|---|
| Tenaga maksimum | 30 kW / sekitar 40 bhp |
| Torsi puncak | 100 Nm |
| Kecepatan maksimum | 155 km/jam |
| Akselerasi 0-60 km/jam | 2,8 detik |
| Jarak tempuh varian Recon | 323 km |
Teknologi motor listrik mulai menjawab keraguan
Salah satu tantangan terbesar kendaraan listrik di kondisi ekstrem adalah manajemen panas baterai. Saat motor dipacu agresif dalam waktu lama, suhu baterai dan motor listrik bisa naik drastis dan menurunkan performa jika pendinginan tidak bekerja optimal.
Di titik itu, keberhasilan F77 Mach 2 menyelesaikan satu putaran penuh Mountain Course menjadi sangat relevan. Hasil tersebut menunjukkan teknologi Ultraviolette mampu menjaga stabilitas performa di bawah beban kerja berat.
Selain baterai dan motor, sasis serta sistem elektronik yang digunakan juga tampak punya tingkat keandalan tinggi. Pencapaian ini sekaligus memberi jawaban atas keraguan bahwa motor listrik belum siap untuk kebutuhan performa tinggi.
Sinyal kuat dari India untuk pasar global
Keberhasilan F77 Mach 2 juga menegaskan perubahan besar di India. Dalam beberapa tahun terakhir, negara itu mulai muncul sebagai salah satu pusat pengembangan kendaraan listrik dunia.
Jika sebelumnya industri otomotif India lebih dikenal lewat kendaraan ekonomis, kini produsen lokal mulai masuk ke segmen premium dan performa tinggi. F77 Mach 2 menjadi simbol bahwa pengembangan teknologi roda dua di India telah naik kelas.
Prestasi ini juga mengirim pesan ke pasar global bahwa produsen Asia bukan hanya ikut bersaing, tetapi mampu menghadirkan motor listrik berteknologi tinggi yang sanggup membuktikan diri di salah satu lintasan paling ekstrem di dunia.
