Mobil Listrik Bekas Makin Terjangkau, Air EV Kini Masuk Rp 130 Jutaan

Pasar mobil listrik bekas pada Juni 2026 terlihat makin menggoda karena harga masuknya semakin rendah. Di sejumlah bursa mobil bekas daring, Wuling Air EV sudah muncul sebagai salah satu opsi termurah dengan banderol mulai kisaran Rp 130 jutaan.

Perubahan ini penting bagi pembeli yang ingin masuk ke kendaraan listrik tanpa harus membayar harga mobil baru. Pilihannya juga tidak lagi sempit, karena pasar kini diisi model city car kompak hingga SUV listrik dengan rentang harga yang jauh lebih lebar.

Minat terhadap mobil listrik bekas ikut terdorong oleh bertambahnya model yang beredar di Indonesia. Ekosistem kendaraan listrik yang makin luas juga membuat segmen ini semakin diperhitungkan oleh konsumen.

Daya tarik utamanya ada pada harga beli yang lebih rendah dan biaya operasional yang relatif hemat. Mobil listrik tidak membutuhkan bahan bakar minyak, sementara perawatan mesinnya cenderung lebih sederhana dibanding kendaraan konvensional.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (4/6/2026), rentang harga mobil listrik bekas per Juni 2026 bergerak dari Rp 130 jutaan hingga Rp 570 jutaan. Ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya berisi model premium, tetapi juga opsi yang lebih mudah dijangkau.

Air EV jadi pintu masuk paling murah

Di kelompok harga terbawah, Wuling Air EV Standard Range Listrik 2024 ditawarkan pada kisaran Rp 139 jutaan. Wuling Air EV Pro Long Range Listrik 2025 berada di kisaran Rp 169 jutaan.

Posisi itu membuat Air EV menjadi salah satu pintu masuk utama ke pasar mobil listrik bekas. Bagi pembeli yang mencari kendaraan ringkas untuk penggunaan dalam kota, kisaran harga ini menjadi sorotan utama pada Juni 2026.

Masih di kelompok harga terjangkau, Wuling Binguo EV Pro Long Range 2024 terpantau di kisaran Rp 195 jutaan. BYD Atto 1 Premium Listrik 2025 berada di sekitar Rp 225 jutaan, sedangkan MG 4 Magnify I-Smart Listrik 2024 ada di kisaran Rp 230 jutaan.

Segmen menengah mulai padat pilihan

Di kelas menengah, persaingan terlihat semakin rapat. Hyundai Kona Signature Long Range Listrik 2024 tercatat berada di kisaran Rp 330 jutaan.

BYD Atto 3 Superior 2024 ditawarkan pada kisaran Rp 349 jutaan. BYD M6 Superior 6S Listrik 2025 terpantau berada di level Rp 355 jutaan.

Daftar ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik bekas tidak lagi didominasi satu merek tertentu. Konsumen kini bisa membandingkan beberapa model dengan rentang harga yang saling berdekatan.

Untuk kelas yang lebih tinggi, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range Listrik 2022 berada pada kisaran Rp 410 jutaan. Model ini menjadi salah satu opsi yang menonjol di segmen menengah atas mobil listrik bekas.

Di posisi paling mahal dalam pantauan tersebut, BYD Sealion 7 Premium Listrik 2025 ditawarkan sekitar Rp 575 jutaan. Angka ini memperlihatkan bahwa kendaraan listrik bekas premium juga mulai membentuk pasar tersendiri.

Harga masih bergerak tergantung unit

Kisaran harga di atas berasal dari sejumlah bursa mobil bekas daring per Juni 2026. Angka di lapangan tetap bisa berubah tergantung penjual dan kondisi kendaraan.

Beberapa faktor sangat memengaruhi nilai jual mobil listrik bekas. Kondisi unit, usia dan kesehatan baterai, jarak tempuh, serta riwayat perawatan kendaraan menjadi penentu utama.

Karena itu, selisih harga antarunit dengan model yang sama tetap mungkin terjadi. Unit dengan baterai yang terjaga dan riwayat servis yang baik biasanya punya daya tarik lebih tinggi di pasar.

Bagi calon pembeli, perkembangan harga ini membuka lebih banyak alternatif untuk masuk ke ekosistem kendaraan listrik. Dari Air EV di level Rp 130 jutaan sampai model premium di atas Rp 500 jutaan, pasar mobil listrik bekas Juni 2026 kini menawarkan pilihan yang jauh lebih lebar.

Source: otomotif.kompas.com

Baca Juga

Back to top button