Warna mobil baru di Amerika Serikat semakin bergerak ke arah aman dan seragam. Data iseecars.com menunjukkan porsi mobil baru dengan nuansa grayscale hampir dua kali lipat sejak 1996, naik 47,3%.
Perubahan itu membuat jalan raya di AS makin didominasi warna netral. Warna-warna cerah seperti merah, hijau, kuning, dan ungu terus kehilangan tempat di pasar mobil baru.
Dari merah ke abu-abu
Pada 1996, putih masih memimpin dengan porsi 22,1% dari pasar mobil baru. Merah berada di posisi kedua dengan 20,1%, sedangkan hitam menempati urutan ketiga dengan 14,2%.
Komposisi itu berubah jauh pada 2025. Merah turun tajam menjadi 7%, sementara hitam naik menjadi warna paling populer kedua dengan 23,4% dari mobil baru.
| Warna | 1996 | 2025 |
|---|---|---|
| Putih | 22,1% | Data tidak disebutkan |
| Merah | 20,1% | 7% |
| Hitam | 14,2% | 23,4% |
| Abu-abu | 3,6% | 22,9% |
Gray menjadi pemenang terbesar dalam pergeseran ini. Dari hanya 3,6% pada 1996, porsi abu-abu melonjak menjadi 22,9% pada 2025.
Kenaikan itu setara dengan lonjakan 528,4%. Dengan angka tersebut, abu-abu bukan lagi warna minor, melainkan salah satu pilihan utama di pasar mobil baru.
Warna cerah makin terpinggirkan
Data yang sama juga memperlihatkan pelemahan pada hampir semua warna non-netral. Biru, merah, hijau, cokelat, krem, kuning, emas, dan ungu semuanya turun popularitasnya antara 1996 dan 2025.
Di antara warna yang masih masuk kategori non-grayscale, hanya oranye yang naik. Namun pergerakannya sangat kecil, dari 0,2% pada 1996 menjadi 0,3% pada 2025.
Biru masih menjadi warna non-grayscale paling populer saat ini, tetapi porsinya hanya 9,1% dari seluruh mobil baru. Angka itu menunjukkan betapa sempitnya ruang bagi warna selain hitam, putih, dan abu-abu di pasar kendaraan baru.
Pasar yang makin monoton
Perubahan preferensi ini memperkuat kesan bahwa pembeli mobil di Amerika memilih warna yang lebih aman. Pilihan netral dinilai lebih mudah diterima pasar, sementara warna-warna mencolok makin jarang terlihat.
Konteks ini juga terkait dengan nilai jual kembali. Warna cerah pernah disebut bisa meningkatkan resale value sebuah mobil, tetapi arah pasar tetap condong ke warna netral.
Hasilnya terlihat jelas di jalanan. Mobil baru kini jauh lebih sering hadir dalam rona putih, hitam, dan abu-abu dibanding warna yang lebih berani.
