Mita The Virgin mengambil langkah yang selama ini ia hindari di dunia akting. Di film Tanah Sengketa, ia untuk pertama kalinya bersedia tampil berhijab demi kebutuhan peran.
Keputusan itu terasa menonjol karena Mita sebelumnya kerap menolak karakter dengan tuntutan busana serupa. Kali ini, keinginannya untuk mengeksplorasi peran justru membuatnya menerima tantangan yang dulu selalu dijauhi.
Langkah baru setelah lama menolak peran serupa
Mita mengakui bahwa pengalaman tersebut berbeda dari kebiasaannya selama ini. Ia menyebut dirinya sempat selalu menolak tawaran peran yang mengharuskan memakai hijab.
“Selama ini selalu nolakin ada peran untuk pakai hijab, tapi di film ini enggak tahu kenapa kepengen aja gitu eksplor,” ujarnya. Dari situ terlihat bahwa Tanah Sengketa menjadi ruang baru baginya untuk keluar dari zona nyaman.
Reuni The Virgin di layar lebar
Proyek ini juga menandai kembalinya The Virgin ke dunia film setelah cukup lama tidak aktif di layar lebar. Mita menyebut Tanah Sengketa sebagai film keempat yang melibatkan The Virgin, tetapi jarak kemunculan mereka di film sudah sangat panjang.
“Udah lama banget kita enggak main film. Dari 2017 ini film baru, film terbaru lagi,” kata Mita. Bagi duet Mita dan Dara, proyek ini bukan hanya reuni, tetapi juga kesempatan membuka fase baru di akting.
Dara The Virgin ikut menyesuaikan diri lagi
Dara The Virgin juga menghadapi tantangan saat kembali ke lokasi syuting setelah lama tidak berakting. Ia mengaku perlu beradaptasi lagi dengan ritme produksi film dan dengan para pemain lain di proyek tersebut.
“Apalagi pemain filmnya udah hebat-hebat gitu kan, jadi ya udah harus adaptasi lagi. Tapi Alhamdulillah lama-kelamaan juga bisa terbiasa lagi,” kata Dara. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa kembalinya The Virgin ke film berjalan dengan proses penyesuaian yang nyata.
Konflik Tanah Sengketa
Dalam film ini, Dara memerankan Yuni, mahasiswi idealis yang datang ke Kampung Degong untuk membangun taman belajar gratis bagi anak-anak desa. Niat baik itu justru memicu kecurigaan dari warga yang tidak langsung menerima kehadiran orang luar.
Konflik mengeras ketika Yuni dilarang mendekati sebidang tanah lapang yang dianggap angker. Dari sana, misteri mulai terbuka dan cerita bergerak ke arah yang lebih menegangkan.
Tanah Sengketa juga dibintangi Awan Reyhan dan sejumlah pemain lainnya. Film ini disutradarai sekaligus diproduseri Muda Saleh, dengan naskah yang ditulis bersama Sadly Fafa Rachman.
Jadwal tayang di bioskop
Tanah Sengketa dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026. Kehadiran film ini menempatkan Mita dan Dara kembali ke layar lebar melalui cerita horor dan misteri dengan konflik yang bertahap menguat.
