Anthropic sedang berada di dua sisi yang sangat berbeda. Di satu sisi, perusahaan memperbarui Claude Design agar pengembangan kode dan aset visual bisa berjalan dalam satu alur kerja, sementara di sisi lain mereka harus menarik model Fable 5 di tengah tekanan keamanan dan aturan ekspor.
Pembaruan itu membuat Claude Design bergerak lebih jauh dari sekadar alat bantu penulisan kode. Kini, sistem tersebut diarahkan untuk menjaga konsistensi identitas visual perusahaan, sekaligus memudahkan tim kerja yang harus berpindah antara kebutuhan teknis dan desain.
Brand Kit dan desain kini dikelola lebih terpusat
Anthropic memperkenalkan peran administrator baru untuk mengelola sistem desain atau brand kit secara terpusat. Lewat pengaturan ini, Claude dapat memeriksa apakah hasil kerja pengguna sudah sesuai dengan standar visual yang sudah ditetapkan perusahaan.
Fitur tersebut juga membuka akses yang lebih fleksibel terhadap sumber desain. Pengguna bisa mengimpor repositori GitHub, file desain, dan unggahan mentah langsung ke dalam sistem.
Bagi tim yang bekerja lintas fungsi, perubahan ini bisa memangkas proses pengecekan desain yang biasanya terjadi berulang. Claude tidak hanya membantu menyusun kode, tetapi juga menjaga agar tampilan produk digital tetap konsisten.
Claude Code dan Claude Design kini saling terhubung
Salah satu pembaruan yang menonjol adalah sinkronisasi antara Claude Code dan Claude Design. Melalui perintah sederhana /design di terminal pengkodean, pengembang dapat menarik elemen visual terbaru langsung ke dalam kode.
Integrasi dua arah ini mengurangi kebutuhan bolak-balik antara tim desain dan pengembang. Alurnya menjadi lebih singkat, dan Claude makin relevan untuk pekerjaan yang menggabungkan instruksi bahasa alami dengan kebutuhan kreatif aplikasi.
Anthropic tampaknya ingin menjaga agar proses pembuatan aplikasi tetap cepat tanpa kehilangan kendali atas identitas visual. Posisi Claude pun makin melebar, dari asisten pemrograman ke alat kerja yang merapikan tampilan produk.
Fable 5 ditarik setelah perintah kontrol ekspor
Di saat yang sama, Anthropic menghadapi masalah besar pada model AI terbarunya, Fable 5. Perusahaan terpaksa menarik model tersebut setelah ada perintah kontrol ekspor dari pemerintah Amerika Serikat.
Aturan itu mewajibkan Anthropic mencegah warga negara non-AS mengakses model tersebut setelah ditemukan adanya celah keamanan yang bisa menembus pagar pengaman siber. Anthropic menyebut satu-satunya cara untuk mematuhi perintah itu adalah menarik Fable 5 dari seluruh pengguna secara global.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan model AI canggih tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kepatuhan terhadap batasan geopolitik dan keamanan kini ikut menentukan apakah sebuah model bisa tetap beredar atau harus ditutup.
Tekanan hukum dan politik ikut membayangi
Masalah Anthropic tidak berhenti di Fable 5. Perusahaan sebelumnya juga secara terbuka menolak penggunaan Claude oleh Departemen Pertahanan AS untuk pengawasan dan senjata otonom penuh.
Sikap itu berbeda dengan OpenAI, yang dilaporkan segera mengambil alih kontrak Pentagon tersebut. Perbedaan pendekatan ini memperlihatkan bahwa para pengembang AI besar tidak selalu memiliki pandangan yang sama soal batas penggunaan teknologi mereka.
Di sisi lain, Anthropic juga menghadapi gugatan dari pelanggan berbayar. Sejumlah pengguna menilai informasi tentang batas penggunaan atau usage limits pada paket langganan Claude menyesatkan.
Rangkaian tekanan itu membuat Anthropic harus menyeimbangkan pengembangan produk, kepatuhan hukum, dan tuntutan keamanan nasional. Di tengah semuanya, perusahaan tetap mendorong Claude Design agar menjadi lebih terpusat, lebih terhubung, dan lebih siap dipakai dalam alur kerja modern.
